Refleksi Harian Epiphany. Halaman ke-83 dari 365 halaman dalam tahun.

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Mrk 12:30

Kadar kita mengasihi seseorang dapat dilihat dari seberapa dalam kita percaya orang tersebut. Contoh dalam keluarga, suami istri akan punya hubungan yang kuat bila mereka saling percaya satu sama lain. Dan kepercayaan itu sering kali bukan karena perasaan mau percaya tapi suatu keputusan untuk mau percaya. Ketika kepercayaan itu hilang maka mereka sangat sulit untuk saling mengasihi. Lalu bagaimana dengan hubungan kita dengan Tuhan? Seberapa dalam Anda percaya pada Tuhan memperlihatkan seberapa dalam Anda mengasihi Tuhan.

Kepercayaan biasanya diuji di situasi yang sulit dan bukan di situasi yang mudah. Contohnya saja ketika si baby (9 bulan) kena bronchiolitis sehingga masuk emergency kemarin Selasa, karena panas tinggi dan susah bernapas. Sudah dikasih obat macam-macam tapi tidak membaik sama sekali. Ketika dokter bilang perlu menginap 2-3 hari, rasanya hati saya nyessss.. hampir mau nangis. Juga saat melihat si baby dipasang jarum infus sampe 3x di tempat yang berbeda. Saat itu perasaan saya campur aduk.

Walaupun logika bilang percaya sama Tuhan tapi perasaan bilang yang lain. Tapi saya tahu bila saya mengasihi Tuhan maka saya akan percaya padaNya, whether I like it or not, karena di situasi sulit seperti ini, mempercayai Tuhan bukan lagi perasaan tetapi keputusan! Karena saya tidak sanggup sendiri, maka saya cerita ke teman-teman dan puji Tuhan yang namanya punya komunitas jadi banyak banget yang ngedoain buat kesembuhan si baby. Doa dan support teman-teman membuat iman saya bertumbuh untuk kembali percaya padaNya (thank you ya semua tmn2 yg sdh mendoakan 🙏🏼).

Singkat cerita kami hanya menginap 1 malam. Berarti progress nya cepet banget! Luar biasa puji Tuhan. Jadi hari Rabu si baby sudah pulang rumah walaupun masih lemas sekali dan akan terus dipantau. Hari ini saya menulis refleksi harian ini dan cukup kaget membaca ayat Mat 12:30 di atas. Karena itu adalah ayat yang sama ketika saya menulis refleksi harian 9 bulan yang lalu ketika saya menceritakan kebaikan Tuhan ketika melahirkan si baby! Seakan Tuhan mengingatkan Ia adalah Tuhan yang sama, yang dahulu melindungi si baby dan akan selalu demikian!

Saya jadi belajar, ketika situasi sulit memang tidak mudah untuk kita percaya pada Tuhan, boro2 untuk mengasihi Dia. Tetapi sering kali untuk mengasihi dan percaya bukan lagi suatu perasaan, tetapi suatu keputusan untuk mau percaya!

Halaman ke 83, mari kita bersama-sama menerima ajakan Yesus hari ini untuk mengasihiNya lebih lagi dengan semakin percaya padaNya. Menyerahkan hidup dan pergumulan kita di bawah kakiNya. Karena hubungan yg saling mengasihi bukankah juga hubungan yg saling percaya? Tuhan memberkati

%d bloggers like this: