Refleksi Harian Epiphany. Halaman ke-75 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Luk 16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. (Bacaan lengkap Yer 17:5-10 dan Luk 16:19-31)

Salah satu perikop favorit saya sejak awal pelayanan! Tidak hanya mengajar anda dan saya untuk mengerti bahwa neraka itu ADA; namun juga mengajarkan begitu banyak hal buat kita semua. Salah satunya yang paling dominan (terutama di dalam masa Prapaskah ini) adalah bagaimana memilih dalam menjalani hidup saat anda dan saya masih diberi kesempatan hidup di dunia ini!

Tipe Manusia menurut nabi Yeremia

 

Mari coba buka alkitab anda dan baca Yeremia 17:5-10. Ada 2 kelompok besar tipe manusia yang dijelaskan oleh nabi Yeremia, siapa mereka?

1. Yang mengandalkan manusia, menjauh diri dari Allah = terkutuk?.
Siapa contohnya? Mereka yang terus menerus berusaha mencari keuntungan pribadi, tanpa ada rasa takut akan Allah (ingat pengajaran Karunia Roh Kudus dalam Yes 11; takut akan Tuhan menjadi basic/foundation dari 6 karunia lain seperti kebijaksanaan, keberanian dsb), dan hanya tergantung pada manusia lain (teman-teman se-gang yang juga senang buat dosa dan tidak ada pertobatan)
2. Yang mengandalkan Allah = menerima berkat!
Siapa mereka? Yang sungguh mengandalkan Tuhan, yang terus berusaha hidup benar dan selalu berusaha menunjukkan kasih kepada sesamanya sekalipun hidupnya penuh tantangan.

 

Menjadi Berkat Bagi Orang Lain

 

Halaman 75, Lazarus pengemis yang kemungkinan besar dalam hidupnya sungguh membutuhkan pertolongan dari orang lain. Kalau dia sehat (jelas dia kusta – dan saat itu orang kusta sangat di kucilkan dan dianggap najis) tidak mungkin dia mengemis, pasti sudah kerja! Dia tidak punya pilihan lain; tapi sebagai manusia tentu dia tidak luput dari perbuatan dosa. Seberapa berat dosa yang ia buat? Karena menurut hukum saat itu seseorang mengalami penyakit parah seperti kusta adalah karena berbuat dosa. Tidak ada yang tahu persis apa dosa yang ia lakukan, namun penderitaan dan kepasrahannya sampai luka-luka nya dijilati anjing dan makan makanan sisa, sungguh membuat hati pembaca sedih dan haru. Sebaliknya sang miliarder yang terus menerus pesta ( kemungkinan besar terus menerus berbuat dosa) tidak sedikitpun memikirkan penderitaan orang lain. Ia mungkin tidak takut akan Allah dan hanya memikirkan teman-teman se-gang-nya.

Hati-hati jangan lah kita berpikir ‘ooo mau masuk surga? Jadi pengemis saja?, atau jangan jadi orang kaya, ntar neraka?‘… Salah besar!!! Ini adalah pilihan dalam mengambil keputusan di dalam hidup ini!

Bagaimana dengan anda dan saya? Sudahkah kita menjadi berkat bagi orang lain di tengah semua tantangan yang kita alami? Sudahkah anda dan saya mau hidup mengandalkan Tuhan? Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: