Refleksi Harian Epiphany – Halaman ke-71 dari 365 halaman dalam tahun.

“Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (2Tim 1:6)

Tuhan mau menyelamatkan kita bukan karena kita sudah berbuat baik pada Dia, tetapi karena Ia mengasihi kita dg unconditional love. Bagi manusia ini ga make sense karena sering kali kita memperlakukan org lain baik atau buruk krn pengaruh dari bagaimana org tersebut memperlakukan kita, betul tidak?!

Tetapi ternyata kasih Tuhan pada kita tidak dipengaruhi oleh perbuatan kita padaNya. Hal ini sedikit dapat saya pahami ketika si baby yg berumur 9 bulan semakin “bertingkah”. Malam itu si baby bangun beberapa kali sehingga saya tidak bisa tidur pulas karena bolak-balik mencoba menenangkan dia. Pagi2 saya bangun dengan setengah sadar dan dengan sisa tenaga mengejar2 dia untuk menyuapi makan pagi. Ketika ia akhirnya tidur siang, saya mau istirahat tetapi belom sampe 1/2 jam dia sudah bangun dan sangat aktif merangkak ke sana ke mari, termasuk “doing naughty staff” seperti gigit2 sepatu, makan kertas, plastik, stickers, menumpahkan susu ke karpet, menarik gulungan tissue. Bahkan ketika dinner dia menjungkirbalikan mangkoknya berisi bubur bayi dan berusaha merauk dg tangannya. Saya rasanya mau urut dada.. Tapi anehnya walaupun dia sdh bertingkah dan “merugikan” saya, tetapi saya tetap sayang sama dia, bahkan tetap mau memberikan yg terbaik buat dia. Aneh bukan? Saya tetap mengasihinya walaupun dia sudah bikin saya cape dan geleng2. Deep down saya tau dia membutuhkan saya krn saya adalah orangtuanya.

Sedikit pengalaman ini jadi menyadarkan saya tentang kasih Tuhan pada Anda dan saya. Sudah terlalu byk kita berbuat dosa, meragukan Dia, lari menjauh dariNya, tidak mengutamakan Dia, tapi toh Dia tetap menjaga dan memelihara hidup kita. Seperti ayat di atas, kasarnya: Dia mengasihi kita bukan krn perbuatan kita, tetapi memang mauNya dan kehendakNya. Luar biasa ya?!

Hal 71, seberapa jatuh atau hancur nya kita, seberapa buruk perlakuan kita, seberapa berantakan hidup kita, Tuhan tdk akan kurang mengasihi Anda dan saya. Inilah maksud dari masa prapaskah di mana kita mempersiapkan hati utk mengerti misteri cinta Allah dg mengorbankan Yesus anakNya di kayu salib supaya kita yg berdosa ini bs selamat dan menikmati hidup dalam kasihNya. Thank you Jesus for Your Unconditional Love ❤

%d bloggers like this: