Refleksi Harian Epiphany. Halaman ke-85 dari 365 halaman dalam tahun.

Yoh 9:41 Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.” (Yoh 9:1-41)

 

Belajar dari si Buta

Membaca Injil pada hari minggu ini lumayan panjang; namun ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas. Misalnya, bagaimana ketegaran si buta yang berusaha jalan ke kolam Siloam (kan buta pasti susah jalannya), bagaimana si buta menuruti perintah Yesus dan mengalami kesembuhan. Disini kita belajar si buta memilih untuk percaya, pasrah dan taat! Mau mengalami keselamatan? Percaya, pasrah dan taat kepada Yesus! Atau misalnya menarik bagaimana si buta mampu mengolok-olok para ahli Taurat/Farisi sampai-sampai para Farisi ini merasa terpojok dan dengan emosi berkata “Kamu org berdosa mau ngajar kami??

Tidak kalah kerasnya ucapan Yesus mengakhiri debat ini dengan menyamakan para ahli Taurat/Farisi ini justru buta! Karena mereka melihat namun memilih untuk tidak percaya! Ini tidak ada beda nya dg orang-orang yang merasa dirinya mengikuti Kristus, beribadah dan mengikuti kegiatan rohani namun tidak berusaha menjaga kekudusan di dalam kehidupannya sehari-hari. Atau mungkin mereka merasa bahwa “Kan sudah dibaptis, pasti masuk surga!

 

Bertobat, Bertobat dan Bertobat!!

Ingat ucapan rasul Paulus kepada umat di Korintus (1 Kor 3:11-13, silahkan buka ya 😁) yang intinya mengingatkan bahwa sekalipun anda dan saya sudah dibaptis di dalam Gereja Katolik dan menganggap diri sebagai pengikut Kristus (digambarkan memilih Yesus sebagai pondasi); anda dan saya harus mempertanggungjawabkan bagaimana anda dan saya menjalani hidup ini (diumpamakan dengan mendirikan bangunan). Karena pada saatnya (yaitu saat anda dan saya menghembuskan nafas terakhir dan wafat), pengadilan akhir dan pengujian itu terjadi. Now, this is THE right moment menyadari betapa kayanya Gereja Katolik dengan Sakramen Pengakuan dosa. Anda dan saya menerima pengampunan dosa jika kita mau mengakui dosa-dosa kita dengan sungguh, berusaha sungguh tidak melakukannya lagi dengan memohon belas kasihNya dan campur tanganNya melalui Roh KudusNya!

Halaman ke-85, coba renungkan ajakan ini “Mana yg lebih berharga, kehidupanmu atau kehidupan di dalam RumahKu?” Matikan kehidupan duniawimu, hancurkan egomu dan biarkan Roh Kudus membangkitkanmu, merubah dan memberikan nafas baru. Pertobatan adalah awal kehidupan. Pertobatan membawa air mata dan tangisan, namun sekaligus membawa kita ke persatuan dengan Allah di dalam KasihNya yang tidak terhingga. Pertobatan adalah pintu dari gelap ke terang Allah yang sesungguhnya.”.

Selamat hari Minggu; jangan lupa, terima Sakramen Pengakuan dosa pada saat sebelum kita merayakan Paskah tahun ini. Tuhan memberkati

%d bloggers like this: