KEPEKAAN MENDENGAR SUARA TUHAN

Refleksi Harian Epiphany. Halaman ke-102 dari 365 halaman dalam tahun.

” Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid” (Yes 50:4-5).

Silahkan baca selengkapnya bacaan pertama hari ini Yes 50:4-9a.

Judul dari perikop ini: Ketaatan hamba Tuhan.
Seorang hamba Tuhan yang baik mempergunakan tubuh dan panca inderanya untuk memuliakan Tuhannya.
Hamba ini melatih pendengarannya untuk memperdalam imannya. “karena iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus” (Rm 10:17). Dengan pendengarannya hamba ini menyediakan dirinya untuk mendengarkan curhat orang lain yg merupakan bagian dari proses penyembuhan.
Dengan penguasaan diri, dengan lidahnya , hamba ini menyemangati orang yamg letih lesu, membangun iman orang lain, menyembuhkan batin yang terluka. Sedangkan tubuh seorang hamba tidak takut akan penderitaan karena dia mengimani penderitaan yg dialami dan penderitaan Yesus disalib akan menjadi silih bagi dosa sesama.

Akhir pekan lalu para pelayan misa mengikuti retreat, salah satu acaranya meditasi alam dipagi hari. Tempat meditasi didalam sebuah hutan (bush) lengkap dengan bunyi alam dan berbagai suara burung-burung liar. Pertama kami diajak memperhatikan alam lingkungan dan pohon-pohon disekeliling, mencoba menyelami siapa yang membuat dan menghidupkan alam semesta ini, lalu kami diajak mengunakan pendengaran kami untuk menyadari bunyi-bunyian sekitar. Kemudian kami diajak hening selama sekitar 30 menit.
Apa yang dialami teman-teman adalah bagaimana kita merasa damai dan menyadari bahwa banyak suara yg bisa kami dengar yang timbul kalau kita mau memusatkan perhatian kita (suara angin, aliran sungai, suara burung), artinya kepekaan kita bertambah saat kita mau serius melakukan sesuatu. Kepekaan inilah yang seharusnya kita latih sehingga kita dapat lebih ber emphati dan mengasihi sesama.

Halaman 102 ini marilah kita melatih dan mengunakan anugrah Tuhan , terutama panca indera kita untuk memuliakan Tuhan. Utamanya dalam mempersiapkan Paskah yg hanya beberapa hari lagi. Mari kita terus menambah iman kita kepada Firman yang menjadi manusia, Kristus. Marilah kita menjawab panggilan Tuhan menuju kekudusan melalui jalan kerendahan hati, dan Tuhan akan memberi Berkat dan Rahmat kekudusan bagi hamba yang taat dan setia.

%d bloggers like this: