Refleksi Harian Epiphany – Halaman ke-74 dari 365 halaman dalam tahun.

“Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu” Mat 20:21

Engkau tak tau apa yang kau pinta – mungkin ini pesan yang sering kali terlintas didalam pikiran kita saat membaca respon Tuhan Yesus atas permintaan sang ibu bagi kedua anak cowonya. Kebanyakan orang tua pada umumnya pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Apabila saya ngobrol dengan teman-teman. Pasti mereka ingin memberi yang terbaik: ada yang ingin membeli pram terbaik dan mahal, atau ingin menyekolahkan ditempat terbaik dan mahal. Diantara teman-teman, belum pernah saya mendengar ada yang ingin memberikan yang terjelek saja pada anak-anak mereka. Makanya ada pepatah yang mengatakan: kasih ortu sepanjang masa, kasih anaknya sepanjang … (silahkan isi sendiri).

Memberi yang terbaik (dan cenderung mahal) memang adalah naluri dari kebanyakan orang tua. Namun belum tentu itu bisa menjadi jaminan bagi masa depan si anak. Contohnya saja, berita yang dibuat 2 hari lalu di koran di Sydney. Ada anak disekolahkan di tempat yang mahal (private school), baru saja lulus, ia melibatkan diri dengan terorisme di Syria, dan berakhir di penjara. Atau anak teman-teman saya yg berfoya-foya menghabiskan duit orang tuanya padahal sudah disekolahkan mahal-mahal di US.

Sekarang coba bandingkan dengan hidup St Fransiskus. Ia berasal dari keluarga kaya. Awalnya Fransiskus amat bandel dan materialis, tapi cuma satu orang yang dapat mengubahkan hidup Fransiskus, yaitu saat ia menerima Yesus.

Di halaman 74 ini, kita bisa melihat uang tak menjadi jaminan bagi masa depan anak. Permintaan si ibu di refleksi harian hari ini adalah permintaan yg sungguh baik. Berserahlah pada Yesus sebagai jaminan atas masa depan anak-anak. Berserah dalam arti, agar kita selalu ingat tugas orang tua bukan menjadi “bank” bagi anak-anak mereka. Tolok ukur keberhasilan orang tua adalah untuk memperkenalkan Tuhan Yesus kepada generasi yang baru, agar mereka juga menerima Yesus didalam hidup mereka. Itulah hal terbaik yang dapat kita wariskan/berikan kepada mereka. Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: