Refleksi Harian Epiphany – Halaman ke-67 dari 365 halaman dalam tahun

Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus.
Lukas (11:29)

Silahkan dibaca selengkapnya bacaan hari ini tentang pertobatan penduduk Niniwe dan rajanya dari Lukas 11:29-32) dan kitab Yunus bab 1-4.

Apakah yang dimaksud Yesus dengan tanda Nabi Yunus?
Nabi Yunus disuruh Tuhan untuk pergi ke Niniwe buat mempertobatkan penduduk Niniwe karena kejahatan mereka. Instead of berangkat ke Niniwe, nabi Yunus malah melarikan diri ke Tarsis. Nabi Yunus paham bahwa Allah mengasihi umat-Nya, Allah akan membatalkan hukuman bagi penduduk Niniwe yg bertobat. Kemanusiaan nabi Yunus mengatakan: ” Biar saja Tuhan menghukum mereka, mereka jahat!”, seperti yg diceritakan di kitab nabi Yunus, singkat cerita, dia akhirnya mengikuti juga perintah Tuhan utk pergi dan mempertobatkan penduduk Niniwe. Penduduk Niniwe bertobat dan akhirnya selamat dari kebinasaan akibat kejahatan mereka.

Banyak kali kita mendengar kesaksian dari para pewarta yang menceritakan bagaimana Tuhan merubah hidup mereka yang tadinya kacau, ada yang pergaulan bebas, pengguna drug, dll, dipertobatkan oleh Tuhan dan malah mereka dipakai Tuhan untuk mewartakan firman-Nya kemana-mana, dan Tuhan pun melengkapi mereka dengan rahmat dan karunia-karunia yg mereka perlukan dalam pelayanan mereka, sama seperti para nabi di perjanjian lama,Tuhan memakai para pewarta (baik religius atau awam) utk mengajak orang untuk bertobat, dan menumbuhkan iman kepada Kristus. Kita harus percaya bahwa Tuhan telah merancang suatu yang indah di hidup kita, bukan kemana-mana cari tanda-tanda (bdk. Luk 11:29).

Halaman 67:
Di pekan pertama masa prapaskah ini marilah kita mempertobatkan diri kita, menanggalkan manusia lama kita yang berdosa, membersihkan diri melalui sakramen tobat dan menyerahkan diri kita dibimbing oleh Roh Kudus, karena Tuhan telah merancang suatu yang indah buat hidup kita, anda dan saya. Mari kita mengatakan kesanggupan kita bila saatnya Tuhan meminta kesediaan kita menjadi alat perpanjangan tangan kasih-Nya, untuk melayani Dia melalui mengasihi sesama. Amin.

%d bloggers like this: