MENJADI TERANG MELALUI KELEMAHAN KITA

Refleksi Harian Epiphany. Halaman ke-101 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Yes 49:6
“Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku… Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

Banyak orang hidup dalam kegelapan. Dalam arti hidup yang suram, mudah putus asa, mudah takut/kuatir, tidak dapat lepas dari dosa, mengalami masalah terus2an, merasa tidak ada jalan keluar. Ini semua bisa disebabkan karena tidak punya pegangan hidup yaitu pengenalan akan Tuhan dan relationship pribadi denganNya. Pertanyaan sekarang, bagaiman mereka bisa mengenal Tuhan? Apakah dari suara menggelegar dari sorga? Atau sosok Tuhan yang menampakan diri tiba2?! Kenyataannya Tuhan tidak terlalu pakai cara-cara seperti itu, malahan cara Tuhan adalah memakai Anda dan saya untuk menjadi terangNya di tengah kegelapan orang-orang lain, sehingga orang-orang bisa melihat dan mengalami Tuhan. Sehingga keselamatan dari Tuhan sampai ke ujung bumi!

Tapi bagaimana bisa? Anda dan saya bukan manusia yang sempurna. Bahkan boro2 jadi terang, mikirin masalah diri sendiri aja udah repot. Well, semua tergantung darimana kita melihat. Karena apa yang kita anggap masalah bisa jadi alat untuk membawa terangNya.

Contohnya saja Nick Vujicic seorang pria Australia yg terlahir dengan kelainan tetra-amelia syndrome, yaitu tubuhnya tidak memiliki tangan dan kaki. Bagi banyak orang ini adalah masalah yg besar. Sewaktu ia kecil ia sering di-bully oleh teman-temannya bahkan ia sedih sekali sampai mencoba untuk bunuh diri. Tetapi akhirnya setelah ia mengenal Kristus, ia belajar bahwa segala yang Tuhan izinkan terjadi adalah untuk maksud yang baik. Ia lalu menjadi seorang motivational speaker dan penulis buku yang terkenal. Nick juga sering dipanggil untuk memberikan ceramah di depan anak-anak sekolah yangyang suka kehilangan jati diri. Bahkan sebelum ia berbicara, hanya dengan orang-orang melihat keadaan fisiknya yang tanpa tangan dan kaki, orang-orang dapat menangis karena terinspirasi betapa Nick yang jelas terlihat kekurangan tetapi bisa menjadi pribadi yang kuat dan tetap mencintai Tuhan. Ia telah menjadi terangNya di tengah kegelapan dunia ini. Ia telah menjadi ambasador Kristus supaya keselamatan daripada Tuhan dapat sampai ke ujung bumi.

Memang tolak ukur manusia dan Tuhan itu berbeda. Apa yang dianggap kekurangan bagi manusia dapat menjadi alat terangNya di mata Tuhan. Seperti perkataan nabi Yesaya hari ini bahwa Tuhan menciptakan Anda dan saya bukan hanya sebagai hambaNya, tetapi juga untuk menjadi terang dan keselamatan buat banyak orang.

Hal 101, bacaan hari ini mengingatkan kita semua bahwa memang kita adalah manusia yang tidak sempurna. Anda dan saya memiliki kekurangan masing-masing. Tetapi karena itulah kita membutuhkan Tuhan untuk hidup di dalam diri kita. Karena Dia, maka kita yang tidak sempurna ini dapat menjadi terangNya di tengah kegelapan dunia. Luar biasa bukan?!

%d bloggers like this: