Yesus Sang Air Hidup

Refleksi Harian Epiphany. Halaman ke-87 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Bacaan Injil hari ini dari injil Yohanes 5:1-16 dan bacaan dari nubuat Yehezkiel 47:1-9 & 12 merupakan paduan yang indah. Nubuat Yehezkiel menceritakan nubuat tentang air yang mengalir keluar dari Bait Suci membawa kesuburan dan kehidupan bagi tumbuhan dan mahluk hidup yg dilewatinya. Sedangkan bacaan Injil menceritakan bahwa Yesus menyembuhkan orang yang sudah 38 tahun sakit lumpuh pada hari Sabat. Orang yang disembuhkan ini punya mindset kalau saja ia bisa masuk ke air kolam Betesda yang sedang digoyang malaikat ia akan sembuh. Akhirnya dia sadar dan tahu bahwa dirinya disembuhkan oleh Yesus Sang Air Hidup sendiri.

Mengapa air merupakan hal yang penting dalam kitab suci? Waktu Yesus ditombak serdadu diatas salib, keluar darah dan air. Bacaan hari Minggu Pra Paskah ke-3 juga menceritakan air hidup yang ditawarkan Yesus kepada perempuan Samaria, yang membuat dia percaya bahwa Yesus adalah Kristus Sang Mesias.

Ada seorang ibu, kita sebut saja ibu Dewi, seorang yang beriman dan sangat komit melayani. Suatu waktu karena kesibukannya, tanpa sadar ia mulai berkurang relasinya dengan Tuhan, kurang berdoa. Sampai suatu saat dia mengalami seperti yg dikatakan Yohanes Salib sebagai “malam gelap“. Keadaan ini dialami seseorang yang merasa “kering”, tidak bisa berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa, hopeless, seakan Tuhan tidak perduli, tanpa harapan, benar-benar kosong, kosong, kosong . Ibu dewi merasa doanya tidak didengar Tuhan lagi, Roh kudus meninggalkan dia, baca kitab suci mulai bolong-bolong alias jarang. Beberapa saat lalu ibu Dewi ini diajak ke misa penyembuhan, dan mulai dari awal misa sampai selesai ibu dewi ini menangis terus. Dia terus berdoa meminta dirinya dipulihkan, disembuhkan atas segala persoalan yg membuat dia mengalami malam gelap ini. Sesudah mengikuti misa, ibu Dewi merasa lega dan menyadari bahwa sebetulnya melalui “malam gelap” yg dialaminya, Tuhan mau menarik dia lebih dalam lagi berelasi dengan Tuhan, tapi dirinya menyangka sebaliknya.

Halaman 87 ini marilah di masa prapaskah ini kita makin menyadari kasih Tuhan yang begitu besar buat kita. Marilah kita mempersiapkan diri untuk menyambut kemuliaan paskah Tuhan Yesus, sang Air Hidup yang memberi pengampunan dan keselamatan, melalui doa-doa kita, puasa, laku tapa, dan mati raga. Amin.

%d bloggers like this: