MENJADI BAGIAN DARI RENCANA KESELAMATAN TUHAN

Refleksi Harian Epiphany. Halaman ke-100 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; … untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. (Yes 42: 6a,7)

 

Yesus datang untuk menyelamatkan

Dua sudut pandang yang bisa anda dan saya nikmati dari bacaan pertama pagi ini.

Yang pertama adalah nubuat nabi Yesaya terpenuhi di dalam diri Yesus Tuhan kita. Dia yang secara nyata, bergaul bersama-sama dengan manusia ciptaanNya dan menunjukkan Kasih Allah yang sempurna ada di dalam setiap tindak tanduk, perkataan, dan perbuatanNya.

Mari kita kaitkan dengan bacaan Injil hari ini dimana banyak orang Yahudi (bahkan mungkin kaum Farisi dan imam kepala) yang hadir di acara dinner party di rumah Lazarus tersebut. Mereka hadir karena ingin melihat dengan mata kepala sendiri apa betul ini si Lazarus yang tadinya mati, bangkit. Yang tadinya tidak ada harapan jadi punya kesempatan. Tentulah karena peristiwa ini seisi kota heboh dan makin terbuka akan siapa Yesus ini. Dia lah Allah! Itu sebabnya di akhir bacaan Injil, ada semacam mufakat mau membunuh Lazarus. Bukan karena dia berbuat dosa, tapi karena kesaksian Lazarus membuat banyak orang BERTOBAT.

 

Kita juga dipanggil untuk menyelamatkan

Sudut pandang yang kedua adalah, “Hei…ini panggilan untuk anda dan saya yang sudah melayani dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi!” Tidakkah anda dan saya sudah merasakan bagaimana tangan kita dipegang (pengalaman pribadi, bukan soal harafiah tangan di pegang) olehNya di dalam pertobatan yang kita alami? Saya masih ingat peristiwa tahun 1995 saat saya dalam satu seminar merasakan suatu pengalaman spiritual yang luar biasa mengalami pengampunan oleh Yesus dalam praise and worship (puji Tuhan jika anda percaya, puji Tuhan juga kalau ada yang meragukan😊). Yang pasti sejak saat itu, panggilanNya dalam diri saya mulai saya rasakan secara pribadi.

Pertama, saya diselamatkanNya (lihat kutipan ayat diatas “untuk maksud penyelamatan”). Saya diminta untuk mencoba membawa orang lain mengalami Yesus secara pribadi (membuka mata yang buta) yaitu dengan cara saya harus berani bersaksi akan kebaikanNya, seperti si Lazarus. Saya juga diminta untuk berani belajar mendoakan mereka yang mungkin di dalam keterikatan duniawi seperti drugs, seks bebas etc (melepaskan hukuman dari tempat tahanan). Singkat kata, nubuat nabi Yesaya adalah panggilan bagi kita semua!

Halaman ke-100; kemarin kita semua dikejutkan akan berpulangnya satu Romo yang sangat kita kenal dan kasihi, Rm Ardi. Sosok yang sederhana, penuh senyum, aktif, kotbahnya menarik dan pintar! Banyak mungkin yang bertanya koq cepet bener Tuhan? (Termasuk saya sendiri yang bertanya😰). Namun saya mengimani bahwa tugas beliau di dunia ini di dalam melaksanakan nubuat nabi Yesaya di atas sudah ia lakukan di mata Tuhan Yesus. Rm Ardi yang saya kenal adalah seorang yang tidak segan membantu, mau bersaksi akan kerajaan Allah, dan punya talenta luar biasa di dalam membantu umat Katolik agar berani mengambil keputusan melepaskan diri dari keduniawian. 2-3x kesempatan bersama beliau di dalam memberikan retret dan seminar adalah pengalaman yang sungguh berharga. Selamat jalan Romo Ardi, saya percaya anda sudah menikmati Paskah abadi bersama Kristus. Tolong doakan kami untuk boleh menggenapi nubuat nabi Yesaya di dalam panggilan kami di dunia ini. Dan pada saatnya yang tepat, semoga kita boleh berkumpul bersama di dalam rumah Bapa. Amin. Tuhan memberkati

%d bloggers like this: