Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-32 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat (Ibrani 10:32)

 

Saya teringat ucapan seorang pewarta yang mengingatkan kami semua betapa si iblis sungguh tidak ingin anak-anak Tuhan berhasil dalam mengikutiNya. Dan sebagai anak-anak Tuhan, anda dan saya boleh berharap akan menerima banyak ujian di dalam kehidupan ini. Dan ini memang sungguh kenyataan.

Contoh sederhana; ketika satu sahabat saya dibebaskan dari dosa perjudian, godaan si iblis datang jauh lebih bertubi-tubi malahan melalui teman-teman dekatnya. Ditambah lagi dari keluarganya dalam rupa ajakan untuk berjudi kecil-kecilan istilahnya. Bukankah sahabat saya ini baru mengalami terang? Kok malah sering digoda? Ya inilah penjelasannya, si iblis tidak mau ia menang.

Namun, puji Tuhan, sahabat saya itu terus kuat bertahan. Susah banget, sempat jatuh 1-2x dan bangkit lagi. Kesaksiannya di dalam berbagai komunitas menyemangati dan bahkan memberkati beberapa sahabat lain yang juga mengalami keterikatan akan hal-hal lainnya seperti obat-obatan dan sex bebas. Kesaksiannya memberkati, padahal hanya hal-hal sederhana yang ia lakukan yaitu terus bersandar kepada kemurahan Tuhan dan mengaku bahwa ia lemah di hadapan Tuhan, sehingga Kuasa Allah melimpah di dalamnya.

Dari hal sederhana menjadi berkat bagi banyak orang. Tidakkah ini sejalan dengan kutipan Injil pagi ini? “..tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.” (Markus 4:32)

Mari saudaraku, kita bantu orang lain merasakan kehadiran Allah melalui taburan kesaksian-kesaksian sederhana kita dalam berjuang menjaga kekudusan. Tuhan memberkati.

 

%d bloggers like this: