Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-244 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Hal kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan menyongsong pengantin. Lima diantaranya bodoh dan lima bijaksana. (Matius 25:1-2)

 

Silakan baca selengkapnya bacaan injil hari ini di Matius 25:1-13.

Bacaan ini mungkin paling sering kita dengar tentang bagaimana harus bersikap dalam hidup ini. Kita harus bersikap seperti gadis yang bijaksana yang menunggu kedatangan pengantin dengan membawa pelita dan persediaan minyak dalam buli-bulinya.

Benang merah dari perumpamaan ini adalah persiapan. Gadis bijaksana mempersiapkan dirinya dengan baik. Artinya buat kita adalah, kita tidak tahu kapan kita akan mengakhiri peziarahan kita di dunia ini dan kembali bersama “sang pengantin” masuk ke pesta. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri supaya layak mengikuti pesta bertemu muka dengan Dia, Allah kita.

 

Bagaimana kita bisa mempersiapkan diri kita?

Kata kuncinya juga ada dalam perumpamaan itu, bijaksana. Bijaksana menurut Injil adalah memiliki iman dan terus memperjuangkan iman itu tetap menyala dan berbuah. Seorang yang beriman selalu siap mewartakan Tuhan kepada setiap orang.

Kita menyadari begitu besar yang Tuhan sudah berikan pada kita, kesehatan, pekerjaan, keluarga, bahkan untuk semua itu Dia telah memberikan diri-Nya untuk kita. Bagaimana kita bisa membalas-Nya? Yesus pernah mengatakan “Kalau engkau mengasihiKu ikutilah perintah-perintah-Ku.” Salah satu perintah-Nya adalah untuk memberitakan Injil , “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa.”

 

Peringatan dari Tuhan

Di refleksi harian Katolik halaman ke-244 ini, kembali gereja memilih bacaan pertama tentang peringatan rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (4:1-8). Kalau kita mengaku mengenal Allah maka kita harus mengarahkan hidup kita ke arah kekudusan, menghindari hidup cemar seperti percabulan, pornografi dan yang mengikuti hawa nafsu saja. Tidak mudah memang, kita harus melatih diri, memenangkan dan setia pada perkara-perkara kecil, karena Tuhan menyiapkan kita untuk melakukan perkara-perkara besar mewartakan kabar sukacita. Iman kita jangan hanya tersimpan di kepala sebagai pengetahuan atau cuma dibicarakan dengan sia-sia tapi harus tertanam dan berakar dalam hati dan dibagikan melalui perbuatan-perbuatan kita.

Mari kita berjuang mempersiapkan diri seperti lima gadis bijaksana supaya hidup kita mendapatkan happy ending. Amin.

%d bloggers like this: