Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-11 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” (Lukas 5:14)

 

Bacaan hari ini mengkontraskan antara kesaksian tentang Anak Allah dengan larangan untuk memberitahukan kepada siapa pun juga tentang mujizat yang baru Yesus perbuat. Kenapa bisa berbeda yah? ?

Mengalami sakit parah seringkali membuat orang putus harapan. Maka, saat kesembuhan datang, sukacita yang dirasakan tentu sangatlah besar hingga ingin cerita kemana-mana. Yesus sengaja menghendaki agar kabar mujizat jangan tersebar karena Ia tahu akan ada begitu banyak orang mencari Dia untuk mohon kesembuhan, yang akan sedikit banyak mempengaruhi misiNya demi keselamatan roh seluruh umat manusia, bukannya kesembuhan jasmani sejumlah orang sakit. Yesus tentu tidak akan menolak kita yang minta kesembuhan, tetapi Ia juga tahu mana prioritasNya. Bagaimana dengan anda dan saya?

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-11 di awal tahun 2019 ini mengajak kita untuk melihat kembali prioritas hidup kita. Apakah sesuatu yang sementara ataukah sesuatu yang kekal sebagaimana kita diciptakan? Mari kita menjadi saksi bahwa Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk memberi kita hidup yang kekal, mulai dari orang-orang terdekat yang telah Tuhan tempatkan dalam kehidupan kita.

%d bloggers like this: