Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-102 dari 365 halaman tahun 2019.

Kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” (Yohanes 10:32)

Pertanyaan itu Yesus lontarkan kepada orang Yahudi yang mau melempari Yesus dengan batu karena menganggap Yesus menghujat Allah mereka. Mereka menutup mata hati atas perbuatan-perbuatan  Yesus yang hanya bisa dilakukan oleh kuasa yang berasal dari Allah.

Demikian pula halnya yang dapat terjadi pada seseorang, terutama karena orang tersebut mempunyai allah-allah yang lain. Dalam kemakmuran orang juga bisa melupakan Tuhan, begitu menikmati rejeki dan keberhasilannya tetapi lupa kalau itu semua berasal dari Tuhan.

Seorang anak muda katakan saja bernama Jeffrey, ganteng, pintar dan luwes bergaul. Jeffrey begitu menikmati hidupnya, week days dia kerja, weekend happy-happy. Sejak dua tahun terakhir dia sudah tidak ke gereja padahal orangtuanya membaptisnya sejak kecil dan selalu membawanya ke gereja tiap hari Minggu.

Hidupnya berubah sejak ia mengalami kecelakaan yang hampir merenggut jiwanya, karena mobil sportnya menabrak trotoar sepulangnya dari pub. Perilaku Jeffrey seperti layaknya orang Yahudi mau melempari Yesus dengan perbuatan sia-sia yang hanya mengikuti kebutuhan daging, padahal rohnya jauh lebih penting untuk dipelihara.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-102 ini marilah kita, Anda dan saya dalam masa prapaskah ini menjadikan fokus hidup kita pada Tuhan yang sudah datang ke dunia, menyelamatkan dan mengangkat kita dari keterikatan dosa melalui sengsara dan penderitaan-Nya di salib hingga wafat.

Apalah arti hidup berfoya-foya dalam hidup yang singkat ini dibandingkan kehidupan kekal bagi roh kita sesuai yang dijanjikan Yesus pada mereka yang setia mengikuti jalan kebenaran yang telah ditunjukkan-Nya. Selamat menyambut Yesus dalam misa minggu palem. Amin.

 

%d bloggers like this: