Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-74 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. (Yehezkiel 18:28)

 

Satu hari saya ditanya oleh salah satu sahabat saya sambil bercanda, ‘kenapa sih orang Katolik koq Salibnya ada tubuh Yesusnya? Kan ngebayangin Dia disalib melulu? Gak salah loe?’ Tentu saya mengerti sahabat saya ini sambil bercanda tapi ada masuk akal juga, karena ia meyakini Yesus yang Mulia, yang seharusnya disembah.

Jawaban saya juga sambil cekikikan ( namun serius?) saya bilang, ‘Kalo gak ada Yesusnya gimana kita tahu itu Salib siapa? Jangan-jangan salib orang yang digantung di kiri atau yang di kanan Yesus??’

Penjahat di sisi kanan Yesus bertobat pada saat-saat terakhir hidupNya, dan apa perkataan Yesus kepadanya? ‘Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’ (Lukas 23:43b)

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-74, saat seseorang bertobat (berbalik arah 180 derajat, berbalik total dari perbuatan salahnya), ia akan mengalami keselamatan! Lihat contoh kisah si Lewi sang pemungut cukai (bacaan Injil beberapa hari lalu). Inilah inti dari nubuat Nabi Yehezkiel pagi ini.

Apa pilihan anda? Maukah kita sungguh bertobat terutama di dalam masa Prapaskah ini dalam menyambut peringatan sengsara wafat dan kebangkitannya? Tuhan memberkati.

 

 

%d bloggers like this: