Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-18 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

Ada beberapa orang datang kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. (Markus 2:3)

 

Perikop bacaan injil hari ini mengungkapkan bagaimana iman seseorang kepada Yesus menyembuhkan orang lumpuh, tetapi kesembuhan padanya selain karena imannya juga melalui belas kasih ke-4 teman yang mau bersusah payah membawa orang lumpuh itu kepada-Nya. Mungkin ada diantara ke 4 sahabat orang lumpuh yang tidak beriman dan hanya ikut-ikutan saja. Tetapi yang pasti orang itu akan menjadi beriman setelah menyaksikan mujizat kesembuhan yang terjadi pada sahabatnya yang lumpuh.

Bacaan ini mengingatkan saya pada kehidupan rohani saya. Saya dibaptis waktu berumur 6 tahun, sekolah di sekolah katolik hingga menamatkan SMA, pergi ke gereja setiap minggu. Tetapi yang saya rasakan saat itu adalah Tuhan di surga, sedangkan saya hidup di dunia. Pernah diajak ke persekutuan doa, saya pulang sebelum selesai karena saya merasa gaya mereka berdoa dan bernyanyi berbeda.

Saya menemukan siapa Tuhan saat sesudah pindah ke Sydney, saat kami sekeluarga sedang berjuang menyesuaikan diri di lingkungan baru dan seseorang membawa saya dan istri bergabung dalam komunitas rohani. Kami sangat berterima kasih pada orang yang membawa kami kepada Yesus yang menyembuhkan kami dari kelumpuhan rohani yang pernah kami alami.

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-18 ini mengingatkan kepada kita, anda dan saya untuk ikut bekerja sama dengan Tuhan membawa orang “lumpuh” kepada Yesus yang akan mengampuni dosa-dosa mereka dan menyembuhkan hati mereka sehingga mempunyai relasi yang dekat dengan Tuhan dan menjalani hidup dibawah bimbingan Roh Kudus sehingga pada akhirnya akan mendapatkan keselamatan kekal.

Mari kita yang telah mengalami kasih Tuhan mulai melakukan hal-hal ini karena Tuhan telah lebih dulu mengasihi kita. Amin.

%d bloggers like this: