Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-138 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Apakah engkau mengasihi Aku?” (Yohanes 21:16)

 

Seorang anak bertanya kepada Tuhan Yesus, “apakah Tuhan mencintai saya dari pada ibu saya sendiri? Ibuku selalu ada saat aku membutuhkan dia. Ia selalu melindungiku saatku ketakutan, dan selalu memelukku saat aku menangis…” Tuhan Yesus berlutut dan menjawab “Tentu saja…” Si anak lalu bertanya lagi, “Kalau begitu, seberapa besar cintamu padaku?”

Tuhan Yesus lalu berdiri dan merentangkan tanganNya seperti posisinya saat wafat di kayu Salib, sambil berkata “Sebesar ini cintaku padamu” Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu membuktikan cintanya pada kita, dengan menderita, wafat di kayu Salib demi menebus dosa2 kita manusia.

Sebaliknya, sampai sebesar apakah cinta kita kepadaNya?

Saat St Petrus ditanya sampai 3x, tiap-tiap pertanyaan mempunyai arti yang berbeda-beda. Pertanyaan yang pertama bermakna “Apakah engkau mengasihiku Aku lebih dari cinta semua orang-orang yg lain?” Pertanyaan yang kedua bermakna “Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari siapapun yang engkau kasihi? Pertanyaan yang ketiga yang paling sulit “Apakah engkau mengasihi Tuhan melebihi dari pada kasihmu pada dirimu sendiri?” Apabila St Petrus sanggup menjawab “ya” saat ditanya ketiga pertanyaan ini, pasti karena ia sudah sungguh mengenal Tuhan Yesus.

Cinta di zaman sekarang yang serba instan, memang sulit didapat. Kebanyakan orang mungkin bahkan tak tahu harus mencarinya dimana.

Sebuah contoh, saya pernah ingin memperkenalkan seorang teman wanita kepada seorang teman pria, sebut saja namanya Will. Saat ingin dikenalkan, yang Will minta terlebih dahulu hanyalah Facebook si wanita itu. Saya jadi bertanya2, bagaimana mungkin bisa mengenal seseorang cuma dari photonya saja?? Kalau tak kenal, bagaimana mungkin bisa suka ama orangnya?

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-138 ini sudah seberapa jauh kita mengenal Tuhan Yesus? Apabila kita masih belum mengenal Dia, coba untuk mengenal Dia lebih jauh, dengan membaca Kitab Suci, berdoa bersama, rutin pergi ke Gereja. Hanya dengan mengenal Dia, kita bisa mengasihiNya.

 

%d bloggers like this: