LOVE TO DEATH!

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-139 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” Yoh 15:12

 

Setuju tidak kalau kesabaran itu ada batasnya? Kalau jawaban Anda adalah setuju, maaf ya ada kabar buruk buat Anda! Karena sebagai pengikut Kristus, kita mau meneladani Yesus, dan bagi Yesus kesabaran itu tidak ada batasnya. Buktinya dari sejak zaman Adam dan Hawa, Tuhan sudah dikecewakan, sampai Tuhan kirim nabi2 pun ditolak, sampai Yesus datang ke dunia membuat mukjizat, nyembuhin yang sakit, masih saja Yesus disalibkan. Nah udah digituin masih saja sampai sekarang Tuhan tetap mengasihi kita dan sabarrrrr buangettt ama kita ini! Terus kalo gitu pada protes nih: yah itu kan Tuhan, saya mana bisa sabar kaya gitu?!

Nah jawabannya ada di Injil hari ini, Yesus bilang, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Artinya untuk kita bisa tetap mengasihi, kita harus terlebih dahulu mengalami sendiri bagaimana Tuhan terlebih dahulu telah mengasihi kita. Karena bila kita sudah mengalami maka kita akan mengerti apa artinya memiliki kesabaran yang tidak ada batasnya ?

Saya punya seorang teman yang amat sangat sabar. Ketika dihadapi dengan orang2 yang bebal, lelet, dan susah diberi tahu, ia tetap saja mau mengasihi dan sabar mendengarkan, mengajarkan, dan mengulang2. Kok bisa ya?! Orang biasanya tidak percaya dan berkomentar mungkin ‘sekrup dia udah kendor ?’.

Tetapi ternyata dia bisa sabar seperti itu karena dia telah mengalami Tuhan yang terlebih dahulu sabar terhadap dia. Dia bercerita kalau dia dulu tidak cekatan. Banyak orang yg tidak sabar terhadap dia, termasuk orang tuanya. Hal ini membuat dia minder dan tidak menghargai diri sendiri. Sampai pada suatu kali ia bergabung dalam komunitas dan mengenal Tuhan. Ia mulai mengalami kasih Tuhan, dimana Tuhan yang tetap sabar dan setia saat dia jatuh bangun imannya. Tuhan tidak memaksa atau mengata-ngatai dia seperti orang-orang lain. Karena kesabaran Tuhan maka dia bisa bangkit dan disembuhkan. Bahkan yang lebih luar biasa adalah dia belajar bahwa karena kesabaran Tuhanlah dia dapat berubah. Maka diapun ingin orang-orang lain dapat merasakan kasih Tuhan melalui kesabaran dia pada orang2 lain.

Di renungan harian Katolik halaman ke-139 ini, coba flash back dan renungkan begitu banyak kasih Tuhan dalam hidup kita. Tuhan yang sudah menolong dan sabar terhadap kita. Maukah kitapun melakukan yang sama pada orang lain? Sehingga orang lainpun mengalami kasih Tuhan melalui kita? Karena *inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Yoh 15:12

%d bloggers like this: