FOLLOW AND FINISH!

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-153 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Ikutlah Aku.” Yoh 21:19

 

Baru saja kemarin kita membaca tentang doa Tuhan Yesus agar Bapa di Surga menganugerahkan iman kepada murid-muridNya. Sungguh ironis, hari ini, kita lagi-lagi membaca tentang Petrus, yang adalah murid kesayangan Tuhan Yesus, dan juga Paus pertama Gereja Katolik, diawal karir pelayanannya masih keraguan pada gurunya sendiri, Tuhan Yesus.

Sungguh besar keraguan Petrus, sampai ketika Tuhan Yesus sedang ditahan dan Petrus kepergok saat sedang menyelinap. Padahal di perjanjian baru, sudah jelas ditulis, apabila kita menyangkal Tuhan, maka kita akan ditolak (Luk 12:9). Petrus menyangkal Yesus sampai 3x banyaknya. Yesus yang adalah Tuhan, bukan hal yang mustahil Ia mengetahui semua ini. Namun Tuhan Yesus masih memberikan kesempatan pada Petrus, meminta dia dan menjadikannya sebagai pemimpin pertama Gereja Katolik.

Saya teringat dengan pengalaman pribadi menerima sakramen pertobatan di sebuah Gereja. Pertama kali datang, sang romo dengan senang hati memberikan absolusi. Sebulan kemudian, saya datang untuk dosa yang sama, beliau masih ok saja. Kali ketiga, surprisingly sepertinya si Romo masih mengenal wajah saya, tapi masih memberi absolusi. Kali empat, akhirnya si Romo memutuskan untuk menegur saya, karena dosa yang sama masih diulang-ulang tanpa berusaha.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-153. Kasih pengampunan Tuhan Yesus memang sungguh luar biasa. Terlebih lagi bagi kita umat Katolik yang dapat menerimanya dengan cuma2. Saya teringat dengan satu lagu terkenal yang mengatakan: “bukan dengan emas perak, namun dengan darah yang mahal” dosa kita telah ditebus. Ya, lirik lagu itu berasal dari 1 Petrus 1:19. Sayangnya, pengampunan yang mahal itu bisa menjadi murahan, if we take it for granted.

Mulai hari ini, mari kita berusaha lebih lagi. Memohon kekuatan dari Tuhan Yesus untuk melawan segala dosa-dosa dan untuk mengikuti Dia. Itu bukanlah hal yang gampang, tapi janganlah menyerah! Serahkan segala usaha dan pengorbanan kita di kayu Salib Yesus, dan saya percaya Ia sendiri yang akan memberi kekuatan dan kesempatan lagi dan lagi bagi kita semua. Tuhan memberkati

%d bloggers like this: