OLD AND NEW

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-111 dari 365 halaman dalam tahun

 

Bacaan dari Injil Yohanes 21:1-14

Bacaan hari ini menceritakan bahwa setelah kematian Yesus, para murid menjadi bimbang, tidak tahu apa yang mereka akan perbuat. Simon Petrus dengan enam murid lainnya kembali ke pekerjaan lama mereka, sebagai nelayan menangkap ikan. Mereka mencoba menangkap ikan di danau Tiberias, tapi tidak berhasil. Kemudian Yesus menyuruh mereka menebarkan jalanya disisi yang lain dan berhasil, dan mereka baru menyadari bahwa orang yang memberi petunjuk itu adalah Yesus “GURU” mereka.

Ini kali ketiga penampakan Yesus kepada para murid. Pertama, dua murid dalam perjalanan di Emaus yang sadar ketika Yesus memecah-mecah roti. Kedua, Yesus menampakkan diri di depan para murid sambil menunjukkan tanda luka bekas paku. Ketiga, saat mukjizat di danau Tiberias ini.

Apa maknanya peristiwa ini bagi kita?

Ketika apa yang kita harapkan tidak terjadi atau merasa gagal, maka kita kembali menjadi seperti seorang yang belum mengalami pertobatan dan menerima Kristus dalam hidup kita. Kita mencoba dengan cara kita, mengandalkan kekuatan kita, bahkan kekuatan lain yang bukan berasal dari Tuhan.

Tuhan yang sangat mengasihi kita tidak tinggal diam, kalau kita masih mau datang ke perjamuan misa ekaristi, kita pasti diingatkan akan kasihNya yang rela berkorban bagi kita,  “to love until it hurts“. Atau kalau kita masih mau membaca kitab suci, maka kita akan menemui tanda-tanda kehadiran Yesus dalam hidup kita dan dalam diri kita. Kalau kita mau belajar dari peristiwa di sekeliling kita, maka kita akan temui banyak mukjizat yang hanya mungkin terjadi karena keterlibatan Tuhan dalam peristiwa-peristiwa tersebut. Maka kita akan tetap ingat pada-Nya.

Menjaga nyala api Roh Kudus

Halaman 111 marilah saudara sekalian, kita yg baru saja mengalami peristiwa kemuliaan Tuhan melalui sengsaranya, wafat dan kebangkitan-Nya dalam pekan suci paskah, kita jaga nyala api roh dihati kita, agar apapun yang terjadi kita tetap taat dan setia pada-Nya. Maka rahmat-Nya akan terus menyertai kita senantiasa.

“Tuhan ampunilah kami yang kadangkala bimbang hati, kadang mengandalkan kekuatan kami, rencana kami. Kami percaya akan kasih-Mu pada kami, kasih yang menyelamatkan, bimbinglah jalan hidup kami, buatlah kami selalu menyadari bahwa kami ini hanya akan menghasilkan buah, bila kami selalu melekat pada Engkau, sang Pokok Anggur yg benar”. Amin.

%d bloggers like this: