GOD’S MERCIFUL HEART

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-202 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan. (Mat 12:7a)

 

Siapa bilang persembahan tidak penting? Saya bersyukur sekali boleh mendapat kesempatan melihat beberapa Gereja Katolik yg indah dan bagus2 di beberapa kota di Eropa. Salah satu yang indah dan sangat teduh (walau cuaca sedang sangat panas sampai 38 derajat 😅) adalah di Sanctuary of Our Lady of Fatima. Kami bisa keluar masuk gedung utama Gereja dan Chapel2nya, dengan tidak dipungut bayaran apapun. Demikian juga di salah satu sudut untuk membeli lilinnya. Tidak ada yang menjaga, hanya ditulis harganya, yang berarti bisa saja kalau ada yang curang mengambil lilin gratis 😬.

Tuhan mendengar doa mereka? Ya pasti didengar. Jika doa mereka sesuai dengan rencanaNya, ya pasti dikabulkan. Tapi saya juga melihat ada yang khusus bawa lilin besar dan membayar mahal untuk itu semua. Apakah berarti Tuhan mendengarkan mereka terlebih dahulu dibandingkan yang hanya membawa yang kecil dan murah?

Kutipan ayat di atas mengetuk hati anda dan saya untuk jangan cepat mengambil kesimpulan hanya karena apa yang kita lihat di depan mata. Demikian juga jangan beranggapan bahwa besarnya persembahan (bisa berupa kolekte yang besar, sumbangan ke panti asuhan tertentu atau stipendium besar saat mau memasukan intensi misa) akan menyebabkan doa anda dan saya lebih cepat di kabulkan Tuhan. NO! Justru hati yang penuh kasih dan penuh pengampunan justru merupakan KUNCI UTAMA terkabulnya doa anda dan saya!

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-202, anda dan saya pasti ingat salah satu cerita Injil dimana seorang ibu yang anaknya kerasukan setan meminta Yesus untuk menyembuhkan. Yesus mengatakan kalimat yang bisa dianggap “menyakitkan” hati karena menyamakan si ibu dengan anjing yang makan remah2 di lantai. Namun si ibu ini tidak memikirkan lagi soal harga diri atau kepentingan nya. Yang ada di benak nya adalah anak yang dikasihinya sakit dan membutuhkan pertolongan! Yang sanggup menolong hanya Yesus! Apakah ia akan menyia-nyia kan kesempatan bertemu dengan Yesus dan tersinggung dengan ucapanNya? Atau memilih merendahkan hati dan melihat anaknya sembuh? Dan lihat apa yang Jesus lakukan? Apakah ia minta bayaran besar?? Justru Jesus berkata kepada si ibu “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” (Mrk 7:29).

Ini sebenarnya cambuk bagi para muridNya yang notabene orang Yahudi, karena Kasih Yesus yang universal dan tidak rasialis memandang bangsa apapun! Belas kasih adalah kunci terkabulnya doa anda dan saya, bukan seberapa besarnya persembahan, karena Allah di Surga melihat hati! Tuhan memberkati

%d bloggers like this: