Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-81 dari 365 halaman tahun 2019.

 

“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”  (Matius 21:43)

 

Kalau kita membaca injil hari ini, mungkin yang terbersit dalam benak kita adalah tidak tahu diri & tidak tahu berterima kasih banget para penggarap anggur itu. Mengapa mereka harus bersikap seperti itu?

Kita melihat bagaimana perbuatan & keputusan-keputusan bodoh dibuat oleh seseorang yang merasa insecure, jealous & greedy ketika melihat hidup orang lain lebih baik, atau hanya karena melihat orang lain dipuji. Hal-hal itu menjadi seperti sebuah ancaman, sehingga hati menjadi tidak tenang, merasa perlu “untuk membereskannya” (the need to take control the situation).

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-81 ini mari kita renungkan, “Apakah kita adalah anak-anak yang percaya bahwa Allah Bapa mengasihi kita & menganugerahkan begitu banyak berkat untuk setiap dari kita?”

Berkat-berkat itu diberikan Tuhan bukan untuk memperkaya diri & memuaskan diri, namun Dia percayakan kepada kita untuk menghasilkan buah-buah kerajaan surga di hidup kita. Lewat berkat & rahmatNya, Tuhan “memperlengkapi” kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan kasih yang membawa sukacita, damai & harapan bagi orang-orang yang membutuhkan.

 

 

 

 

%d bloggers like this: