Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-362 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”  (Matius 2:13)

 

Kita semua kagum dengan ketaatan & kerendahan hati Bunda Maria & Santo Yosef. Kita semua tahu mereka sudah merencanakan membangun rumah tangga layaknya pasangan-pasangan lain & sedang mempersiapkan pernikahan mereka sebelum Malaikat Gabriel datang membawa berita lain kepada mereka. Dan untuk kesekian kalinya lagi, Malaikat datang meminta mereka menyingkir ke Mesir karena Herodes akan membunuh Yesus, anak mereka ( mungkin kalo kita di posisi mereka akan berkata, “Again? Mau sampai kapan kayak gini terus?” )

Kita hampir berada di penghujung tahun, begitu banyak rencana yang telah kita buat & persiapkan sepanjang tahun ini. Namun ada banyak yang terjadi justru tidak seperti yang kita rencanakan. Uang yang kita simpan untuk holiday lenyap begitu saja karena ditipu orang; tiba-tiba orang tua sakit; kehilangan pekerjaan; ditinggal partner dan sebagainya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-362 ini, apakah seperti Bunda Maria & Santo Yosef, walaupun kita tidak mengerti saat ini mengapa semua harus terjadi, kita mau tetap belajar untuk setia menjalani panggilan kita dan percaya bahwa di setiap tikungan, belokan atau penundaan karena lampu merah yang sepertinya memperlambat langkah-langkah kita adalah bagian daripada rencana besar Tuhan untuk membawa kita kepada keselamatan dan janjiNya serta meluputkan kita dari segala yang jahat?

%d bloggers like this: