Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-307 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?” (Lukas 4:3b)

 

Bisakah kita membayangkan jika kita tidak boleh berbuat baik hanya karena dilakukan pada hari tertentu atau kepercayaan tertentu? Padahal berbuat baik itu bukannya menolong dan menyelamatkan?? Inilah yang membuat Yesus marah dan sangat kecewa akan bagaimana bangsa Israel menterjemahkan dan menjalankan kasih Allah yang sesungguhnya.

Santo Martin dari Porres yg kita rayakan hari ini adalah santo pelindung para budak dan pelindung rasialisme. Ia rupanya anak haram dari seorang bangsawan Spanyol dan perempuan keturunan Indian dari Panama. Pada umur 12 tahun, ia belajar dan bekerja pada tukang cukur yang juga mampu mengobati. Saat remaja, ia bergabung dengan biara Dominican di Peru, namun lebih mau bekerja sebagai Bruder daripada Imam. Ia menjadi penanggung jawab untuk mengobati orang sakit dan memberikan jatah makanan harian bagi kaum miskin di biaranya. Seumur hidupnya dibaktikan untuk mengobati orang lain, karena bagi dirinya, menyemangati dan melayani si sakit adalah sama dengan sudah ikut serta membantu penyembuhan rohani.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-307, saya percaya di sekeliling anda dan saya banyak yang sedang ‘sakit’. Apakah ada masalah dalam menolong orang lain walaupun mereka berbeda agama? Berbeda suku? Berbeda latar belakang? Apakah anda dan saya berani keluar dari comfort zone kita dan memiliki komitmen untuk memperlihatkan Kasih Allah di dalam melayani sesama kita tanpa batas waktu, suku, agama atau apapun juga? Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: