TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-216 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya. Disana ia mengajar orang di rumah ibadat mereka. Orang-orang takjub dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu? Bukankah Dia anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria? Karena ketidak percayaan mereka itu, maka Yesus tidak mengerjakan banyak mukjizat di situ. (Matius 13: 54, 55, 58)

 

Kejadian ketika Yesus mengajar, membuat orang Yahudi di Nasaret menjadi kagum. Namun karena kurang mengenal baik kehidupan keluarga kudus ini, mereka menolak Yesus dan akibatnya Nasaret kehilangan kesempatan mendapatkan mukjizat dari-Nya

Kejadian ini terjadi pada keluarga kami, sewaktu kami pindah ke Sydney. Istri saya terkena hyperthyroid akibat stress karena ia keberatan kami pindah. Penyakit yang sangat menggangu, dan terlebih dokter mengatakan harus minum obat seumur hidup.

Pada suatu waktu ada seorang pastor yang melayani umat katolik di Sydney bernama pastor (alm) Reihenbach, seorang pastor asal Jerman namun lama melayani di Indonesia. Atas usulan pembimbing rohani kami, kami pergi menghadiri suatu acara rohani Katolik yang dihadiri juga oleh Pastor Reihenbach. Pada kesempatan pendoaan, istri saya maju untuk minta didoakan. Sewaktu pastor Reihenbach mendoakan, istri saya merasakan aliran panas dari arah kepala ke seluruh tubuh yang membuatnya terasa kepanasan (padahal saat itu winter dan aula gereja Randwick pun terasa dingin).

Sesudah kejadian itu kami kembali ke dokter. Kami mencoba meyakinkan dokter bahwa istri saya sudah merasa sembuh. Namun dokter tetap pada pendiriannya bahwa penderita hypertyroid harus minum obat seumur hidup. Karena kami meyakini adanya mukjizat kesembuhan, istri saya sedikit-sedikit mengurangi obat sampai akhirnya dokter dengan keheranan mengakui bahwa istri saya sudah tidak perlu makan obatnya. Mukjizat ini terjadi karena kami mau percaya bahwa kuasa Tuhan tak terbatas, tidak ada yang mustahil bagi Dia. Bagaimana kalau kami tidak percaya dan tidak datang ke misa tersebut? Bisa-bisa kami tidak mendapat kesembuhan dari Tuhan melalui pastor Reihenbach.

Gereja hari ini memperingati Santo Yohanes Maria Vianney. Seorang imam yg berasal dari Perancis Selatan, Dardilliy. Ia lahir dari keluarga petani yang bersahaja. Tahun 1805 Jean (nama kecil pastor Vianney), mendapat kesempatan masuk seminari. Pendidikan dijalaninya dengan kurang mulus karena dia kurang menguasai bahasa Latin. Tapi karena ketekunannya serta doa dan devosinya pada bunda Maria, Jean berhasil lulus menjadi imam. Pada tahun 1817 pastor Vianney ditugaskan ke Ars yang pada waktu itu keadaan semangat spiritual umat Kristianinya sedang dingin. Pastor Vianney yang kemudian dikenal dengan sebutan “Sang Pastor Ars” mengabdikan dirinya sebagai seorang imam yang saleh, murah hati, rajin bermati raga buat umatnya, dan punya kelebihan mengetahui dosa orang yang datang kepadanya untuk pengakuan dosa. Pastor Vianney ini bisa berada dalam ruang pengakuan sampai 16-17 jam sehari, karena begitu banyak antrian orang yang mau mengaku dosa dan mendengar bimbingan spiritual darinya. Ars kemudian menjadi salah satu tempat peziarahan yg terkenal di Perancis hingga saat ini.

Refleksi Harian Katolik Epiphany Halaman ke-216 ini mengajak kita, anda dan saya untuk setiap hari makin mengenal siapa Tuhan kita dan mengerti apa yang Tuhan kehendaki kita lakukan. Dengan lebih mengenal Tuhan kita, maka kuasa-kuasa Tuhan melalui mukjizat-mukjizatnya akan kita peroleh selama perbuatan kita berkenan pada-Nya.

%d bloggers like this: