Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-4 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

“Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.” (1 Yohanes 3:10)

 

Beberapa tahun lalu saya bekerja di suatu suburb dimana banyak anak muda bergerombol di dekat train station. Berjalan melewati train station tersebut bisa membuat bulu kuduk berdiri jika tahu kalau ternyata banyak gang anak muda yang berniat jahat. Ternyata gang-gang ini bisa dikenali dari ‘warna’ atau seragam yang mereka pakai. Setiap gang juga punya ciri khas tersendiri, ada yang gemar berkelahi, ada yang gemar mencuri, dsb. Singkat kata, mereka mudah dikenali lewat perilaku dan tanda-tanda yang kelihatan.

Apa tanda bahwa kita adalah pengikut Kristus? Datang ke misa setiap hari minggu? Bikin tanda salib sebelum makan? Pakai kalung salib atau rosario? Ada stiker ‘Jesus’ di belakang mobil? Mendengar lagu2 rohani? Punya aplikasi alkitab di handphone? Gemar tersenyum dan berkata ‘puji Tuhan’ atau ‘God bless you’? Semua tanda ini tentunya bagaikan ‘seragam’ yang kita pakai yang kita lakukan untuk menunjukkan keanggotaan kita sebagai murid Kristus.

Selain ‘seragam’, refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-4 hari ini mau mengajarkan kalau perbuatan kita juga menunjukkan siapa yang kita ikuti. Pengikut Kristus banyak dikritik jika hanya memakai seragam rohani tapi perilakunya tidak sesuai.

Hari ini kita ditantang untuk menunjukkan perbuatan baik, kasih dan sikap yang menjunjung tinggi kebenaran untuk menunjukkan siapa Guru kita, Kristus atau iblis.

%d bloggers like this: