Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-159 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. (Efesus 3:18-19)

 

Beberapa minggu yang lalu saya mendengar berita tentang seorang anak kecil yang meninggal karena ditelantarkan orang tuanya. Spontan saya menangis dan hati saya merasa kesedihan yang mendalam.

Di samping saya sedang tidur anak saya yang berumur dua tahun dan saya tidak bisa mengerti bagaimana seorang bisa tega hatinya menelantarkan anak tak berdaya seperti ini. Pikir saya, kalau anak saya dalam bahaya, lebih baik saya saja yang mati agar ia selamat.

Hari ini adalah Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus dimana bacaan Injil mengingatkan kita kembali pada Yesus yang mati di kayu salib karena kasihNya pada kita. Bacaan pertama dan kedua juga menekankan pada pengungkapan perasaan kasih Allah kepada manusia. Tuhan kita bukan Tuhan yang hanya memerintah kita dari jauh, seperti raja atau bos yang tidak peduli atau tanpa perasaan. Lewat kehadiran Allah Putra, Yesus Kristus, Ia mengungkapkan kasih-Nya yang sangat besar bagi kita. Ia Allah yang mencintai kita secara total!

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-159 ini dan lewat doa Santo Paulus, kita diajak untuk memahami dan merasakan betapa besarnya kasih Kristus. Jika saat ini anda merasa sedih, kecewa, galau, marah atau dilanda kesulitan, ketahuilah bahwa Yesus mencintai anda dan mau memenuhi anda dengan kasih-Nya.

%d bloggers like this: