Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-67 dari 365 halaman tahun 2019.

 

“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” (Matius 9:14)

 

Masa-masa Prapaskah sewaktu saya SD dulu yang masih teringat pasti adalah pengalaman-pengalaman menantang. Kenapa? Karena dirumah menu utamanya cuma satu: telor!

Terserah mau diapain, direbus, didadar, diceplok, dicabein; kalau bosen boleh pilih sarden kalengan (yang kalau dimakan pasti akan langsung terasa bau chemicalnya yang super tajam). Setelah itu ulangi menu telor lagi dari awal. Seminggu terakhir saya hampir muntah, kalau melihat sarden atau telor, jadi boro2 ditanya apakah mengerti tujuan berpantang-puasa.

Puasa atau pantang, apabila kita tak mengerti betul tujuannya pasti akan terasa berat ketika dijalankan.

Hari ini, Matius mengingatkan kita kembali, kenapa sih orang Katolik puasa dan pantang? Karena kita sedang mempersiapkan diri menunggu kedatangan Tuhan Yesus (sang mempelai) yang kedua kalinya, yaitu saat Paskah nanti ketika Tuhan Yesus bangkit. Ini menjadikan Paskah sebagai hari terpenting bagi orang Katolik, lebih penting dari hari Natal.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-67, sudahkah kita mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua-kalinya nanti? Puasa dan pantang saja ternyata tidak cukup.

Yesaya (di bacaan pertama) menulis beberapa point penting yang harus kita lakukan selama puasa: membela hak orang miskin, membagikan uang dan makanan yang kita miliki, memberi tumpangan bagi orang yang membutuhkan dan seterusnya. Hanya dengan demikianlah orang-orang yang tak mengenal Tuhan akan melihat terang kita seperti fajar, dan Tuhan akan memperhatikan segala doa permohonan yang kita panjatkan. Pada waktu itulah orang-orang akan tau bahwa anda dan saya adalah seorang Katolik.

Merangkum tulisan Yesaya, puasa dan pantang bagi umat Katolik harus disertai dengan beramal dan doa. Tanpa dua hal yang terakhir ini, maka puasa kita kurang lengkap. Tanpa dilengkapi dengan doa dan amal, maka puasa kita sama saja dengan kalau dengan diet.

Selamat berpuasa dan berpantang!

%d bloggers like this: