Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-251 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham” (Matius 1:1)

 

Bacaan hari ini kita sekali lagi melihat silsilah Tuhan Yesus yang dimulai dari Adam dan Hawa. Bukan kebetulan tahun lalu, saya mendapat kesempatan untuk membahas hal yang sama di halaman yang sama juga. Sekilas silsilah ini, terlihat sederhana. Namun tahun lalu, kita sudah melihat ternyata ada 5 nama wanita didalamnya. Ini tidak umum, karena biasanya cuma nama pria yang dicantumkan di silsilah.

Disamping itu, silsilah Tuhan Yesus di dalam kitab Matius ini, terbagi atas tiga group, masing2 group terdiri ada 14 orang. Jadi total keseluruhan adalah 42 orang. Angka ini kelipatan 7, angka sempurna bagi bangsa Israel. Jadi Matius ingin menekankan: (1) silsilah Tuhan Yesus yg sempurna. (2) juga untuk menunjukkan bagaimana Tuhan selalu menepati janjiNya. Janji kepada siapa?
1. Kepada Abraham, Tuhan menjanjikan ia akan menjadi berkat kepada seluruh bangsa (Kejadian 12).
2. Kepada bangsa Israel, Tuhan menjadikan akan datangnya seorang penyelamat dari keturuan Daud (Yesaya 7:14).

Luar biasa bukan? Kita menaruh harapan kepada Tuhan yang tak sembarang mengumbar janji. Zaman boleh berubah, keadaan boleh berbeda, namun Tuhan tetap kepada janjiNya, dan ia memenuhi semua itu melalui Tuhan Yesus. Untuk apa? Tak lain untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (bacaan pertama, Roma 8:28)

Orang yang setia pada perkataannya memang jarang sekali kita temukan zaman sekarang ini. Tapi saya pernah bekerja sama dengan seseorang, sebut saja namanya Deni. Sewaktu itu kita ada project di komunitas. Beberapa orang sudah berhenti ditengah. Namun Deni tetap ikut sampai selesai. Awalnya saya pikir biasa saja, namun lama setelah itu, saya baru tahu bahwa ada sesuatu yang buruk menimpa dia di tengah-tengah project dan membuatnya stress. Kalau saja dia memberi tahu, maka pasti akan dicari penggantinya. Walaupun tak ada teman yang mengetahuinya, saya yakin pasti Tuhan sangat menghargai pengorbanan Deni.

Semoga refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-251 ini memberi semangat pada kita semua, untuk juga tetap setia pada perkataan kita. Jangan sembarang mengatakan iya. Dan mulailah dengan kesetiaan pada hal-hal kecil terlebih dahulu. Tuhan terlebih dahulu tetap setia, kitapun para pengikutnya juga diharapkan untuk tetap setia pada janji-janji yang pernah kita ucapkan. Amin.

%d bloggers like this: