SAAT TEDUH

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-152 dari 365 halaman dalam tahun.

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. (Mzm 16 : 7)

Kapan terakhir kali kamu pergi retret?
( Retret artinya mundur dari kesibukan dan mengambil waktu utk introspeksi diri & merefleksikan hidup).

Lewat ayat di ayat, retret juga dapat dilakukan setiap hari menurut saya. Ga perlu tunggu setahun sekali, atau dipaksa-paksa dengan teman yang jadi panitia atau harus menunggu adanya masalah berat/penyakit/kesusahan.

Allah kita bukan Allah yang jauh, Dia selalu rindu untuk menyapa kita dan memberkati kita seperti bapak pada anakNya . Salah satu cara Bapak mengasihi anaknya adalah dengan mendidik, memberi nasehat/wejangan biasanya bukan? Orang tua paling senang kalo anak2Nya duduk manis mendengarkan mereka

Malam hari di dalam ayat ini hendak menggambarkan suasana hati dimana biasanya kita siap beristirahat fisik, pikiran dan batin, dengan meninggalkan kesibukan kita.
Jadi dengan kata lain, kita dengan sadar mengambil waktu khusus dan memberi ruang dalam hati kita untuk berbicara dengan Tuhan, dan mendengarkan Dia.

Dimana kalo suasana siang itu biasanya menggambarkan keadaan dimana kita sudah disibukkan dengan segala macam aktivitas, tuntutan dan kegiatan yang menyita waktu.

Di halaman 152 ini, apakah setiap hari kita menyediakan waktu utk Dia yg ingin bercakap2 dengan kita?
Dlm Mzm 16: 11 dikatakan, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.” (Mzm 16: 11)

Melewati suasana malam hari boleh menyadarkan kita bahwa kita butuh pelita/terang agar kaki kita tidak terantuk, dan terjatuh dalam kegelapan/kesibukan dunia yang menguras energy kita.
Biar kita juga ingat esok hari Dia yang tidak pernah lupa membangunkan kita, selalu memberkati kita dengan rahmatNya yang baru. Amen. ??

Selamat beraktivitas!

%d bloggers like this: