Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-10 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

“sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4)

 

Pada tanggal 13 Mei 1981, (Santo) Paus Yohanes Paulus II sedang berjalan melewati St Peter’s Square saat seorang penembak mencoba membunuhnya. Si penembak lalu ditangkap dan dihukum penjara seumur hidup.

Mungkin anda pernah mendengar kalau dua tahun kemudian Paus mengunjungi sang penembak, mengampuninya dan terus menjaga hubungan dengan keluarganya. Bukan saja Paus mau mengampuni si penembak, ia juga berusaha supaya hukumannya dikurangi! Saking tersentuhnya dengan belas kasih Paus, si penembak bertobat dan menjadi orang Kristen.

Mungkin naluri saya jika ada seorang yang mencoba membunuh saya adalah untuk takut, marah dan berusaha sekuat tenaga supaya orang tersebut dihukum oleh pihak yang berwajib. Tentunya perbuatan jahat haruslah dihukum dengan segenap kekuatan dan kuasa hukum yang berlaku?

Kalau dipikir-pikir, perbuatan Paus sungguhlah selaras dengan pesan utama Yesus saat hidup di dunia. Yesus juga menantang kepercayaan bangsa Yahudi kalau Mesias harus datang dengan kuasa duniawi dan kuasa pemerintahan. Kuasa dan kemenangan Kristus diraihNya lewat belas kasih dan pengampunan.

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-10 ini mau mengingatkan kita kembali kalau kuasa yang mengalahkan dunia bukanlah kuasa yang keras, lewat kekuatan duniawi, melainkan lewat kuasa belas kasih Allah.

%d bloggers like this: