Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-101 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu? (Yohanes 8:53)

 

Injil hari ini mengangkat percakapan Yesus dengan orang-orang Yahudi tentang Abraham. Orang Yahudi bangga sebagai keturunan Abraham karena mereka ikut serta dalam apa yang Tuhan janjikan kepada Abraham turun temurun (lihat bacaan I).

Percakapan ini nampaknya tidak berjalan mulus. Orang Yahudi terlanjur menutup telinga mereka dan tidak mau mendengar dan menerima apa yang Yesus tawarkan: menuruti Firman-Nya untuk tidak mengalami maut selamanya. Bahkan di akhir Injil hari ini orang banyak mau melempari Yesus dengan batu.

Dalam percakapan diperlukan keterbukaan hati untuk mendengarkan lawan bicara. Terkadang kita bukannya mendengarkan, sebaliknya justru memutar otak mencari cara bagaimana melibas lawan bicara karena ingin menang sendiri. Akhirnya percakapan tersebut tidak menghasilkan apa-apa selain rasa frustasi dan marah – yang dapat berlanjut kepada kekerasan.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke 101 ini, kita diingatkan bagaimana kita bersikap dalam perjumpaan kita dengan sesama. Apakah kita cukup peduli terhadap sesama dan memberikan telinga dan hati untuk mendengarkan apa yang ingin mereka sampaikan? Mari belajar menjadi compassionate seperti Yesus dengan lebih baik mendengarkan sesama yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita.

 

%d bloggers like this: