Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-347 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. (Matius 11:11)

 

Perikop diatas menunjukkan betapa Yesus sangat menghargai Yohanes Pembaptis. Siapakah Yohanes Pembaptis sebenarnya?

Yohanes Pembaptis adalah seorang yang bebas merdeka, dalam kebebasannya dia hidup mempersiapkan jalan untuk kedatangan Yesus dengan menyerukan pertobatan dan membaptis banyak orang. Satu hal yang patut dicontoh adalah kerendahan hatinya, walaupun ia menjadi terkenal tetapi dia tidak menjadi sombong dan takabur, Yohanes bahkan mengatakan bahwa dia bukan apa-apa dibandingkan Dia yang akan datang.

Saat sekarang ini makin jelas buat kita bagaimana dunia makin dikuasai oleh pengaruh kuasa-kuasa yang bukan berasal dari Tuhan. Salah satunya adalah kelompok New Age dengan motivator-motivator yang mengajak orang menjadi tuhan atas hidupnya, hal ini jelas-jelas salah! Kesombongan yang membawa kehancuran, contoh jatuhnya malaikat menjadi iblis karena kesombongan dirinya.

Yesus menegaskan sehebat-hebatnya seorang Yohanes Pembaptis, dia tidak lebih besar dibanding yang terkecil dalam Kerajaan Sorga. Gereja Katolik pun mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki hidup rohani dan perbuatan kita semakin menyerupai Tuhan Yesus bukan menjadi tuhan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-347 ini mengajak kita menjadi Yohanes Pembaptis yang walau hidupnya di dunia bebas tetapi tidak ada keterikatan dengan tarikan-tarikan dunia dengan mengutamakan Tuhan di atas segala hal. Mari kita juga siapkan jalan untuk Tuhan, agar Tuhan meraja di diri kita dan diri sesama kita. Amin.

%d bloggers like this: