Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-45 dari 365 halaman tahun 2019.

 

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”  (Kejadian 2:18)

 

Mau apapun agamanya, warna kulitnya, umurnya, gendernya, pekerjaannya, semua orang diciptakan untuk mencintai & dicintai.

Namun kenyataannya, kita mungkin pernah bertemu atau hidup dengan orang-orang yang sepertinya sulit untuk dicintai. Entah karena pengalaman hidup yang mereka alami: ditolak, direndahkan, atau bahkan dibuang; peristiwa2 yang membuat mereka tidak lagi percaya bahwa mereka pantas dikasihi & kejadian-kejadian yang mereka alami itupun seolah-olah merampas kemampuan mereka untuk bisa mengasihi orang-orang di sekitar mereka.

Saya punya seorang sahabat yang sejak kecil melihat ayahnya sering memukuli & memaki-maki ibunya. Di umur yang sangat muda, dia dijual kepada keluarga lain, lalu saudara-saudaranya pun selalu mencela, memanfaatkan & menjelek-jelekkan dia. Sahabat saya tumbuh menjadi pribadi yang tertutup & sangat sulit untuk orang lain berinteraksi dengannya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-45 ini, kita diajak untuk memenuhi panggilan hidup kita yaitu saling mengasihi. Mendoakan adalah salah satu wujud perbuatan kasih. Ketika kita tidak tahu harus bagaimana “menjadi penolong” bagi mereka yang telah Tuhan percayakan dalam hidup kita, mari kita mengikuti jejak Ibu dalam bacaan injil hari ini untuk berlari kepada Tuhan Sang Sumber Kasih yang akan membantu kita & memberkati orang yang kita doakan.

Selamat merayakan hari kasih sayang 🤗💝🙏

%d bloggers like this: