Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-108 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu (Yohanes 13:14-15)

 

Yesus yang adalah Tuhan dan Guru bagi para murid memberikan bukan saja ajaran tetapi juga teladan kepada para murid dan kita semua untuk saling melayani, saling mengampuni diantara sesama.

Apa yang Yesus perbuat sungguh mencerminkan kerendahan hati yang luar biasa. Mencuci kaki para murid. Kaki yang melambangkan bagian terkotor karena bersentuhan dengan debu tanah, dan kakilah yg diperintahkan untuk bisa membawa seseorang ke tempat yang dituju dan dikehendaki. Sehingga dengan kaki yg bersih, dapat diartikan sebagai hati yg bersih lepas dari keterikatan-keterikatan dunia menuju kearah keselamatan bersama Allah dalam kehidupan abadi.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-108 ini bertepatan dengan hari Kamis Putih. Anda dan saya diajak untuk mengikuti perjamuan ekaristi yang merupakan perjamuan akhir Yesus bersama para murid-Nya, perayaan penyerahan diri-Nya buat menebus dosa umat manusia karena kasih-Nya yang begitu besar.

Yesus rela meneguk cawan yang bisa saja Dia tolak tapi kesetiaan-Nya pada kehendak Bapa-Nya yang Dia pilih.

Marilah kita lebih menghayati kasih Allah kepada kita dan berusaha menjalani apa yang di perintahkan-Nya kepada kita.

%d bloggers like this: