Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-292 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.” (Mazmur 130:6)

 

Ya, kalian benar. Ada pengulangan dua kali pada kalimat di atas. Dengan kata lain pemazmur sungguh ingin menekankan situasi jiwanya!

Saya bukan termasuk orang yang bisa & suka bergadang. Tapi ketika saya harus belajar untuk ujian esok hari, atau ketika menjaga keluarga yang sakit, atau lembur karena pekerjaan yang dikejar jam tayang, ataupun ketika dihadapkan pada situasi yang mendesak & yang membuat saya bertahan semalaman untuk melek pada saat-saat itu adalah semoga semua bisa cepat berlalu atau paling tidak, esok pagi semuanya akan menjadi lebih baik.

Beberapa waktu lalu, saya menjenguk teman yang menjadi korban Barcelona attack. Kejadian ini sudah berlalu 2 bulan, namun saat ini beliau masih di rumah sakit. Luka-luka yang dia alami di tubuhnya ( otaknya sempat mengalami pendarahan, dia mengalami koma, paru-parunya kena hantam, kaki kiri robek, kaki kanan patah ) belum lagi efek emosional dari peristiwa itu, tidak membuat sahabat saya ini terpuruk. Walaupun saat ini yang bisa dilakukan oleh beliau & para medis setiap hari adalah menjalani terapi supaya dia bisa berjalan lagi dan masih tidak jelas sampai kapan semuanya akan kembali normal untuk dia kembali beraktivitas, namun dia tidak pesimis & kehilangan harapan dengan keadaan dan pergumulannya!

Berbeda dengan orang-orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, mereka akan dengan mudah tenggelam/hanyut pada kegelapan malam. Mereka akan memilih menjalani atau malah mengakhiri hidup mereka dengan hal-hal yang konyol.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-292 ini, mungkin kita sedang dalam masa pergumulan, penantian dan perjuangan yang sepertinya tak kunjung berakhir. Biarlah dalam masa ini, Tuhan dapati jiwa kita seperti pengawal-pengawal yang menanti dengan sepenuh hati . Kita percaya bahwa Tuhan yang penuh belas kasihan akan membawa kita pada terang kasihNya & pada pertolonganNya yang tidak pernah terlambat. Amin 🙏🏻

%d bloggers like this: