HE MUST INCREASE AND I MUST DECREASE

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-110 dari 365 halaman dalam tahun.

Kis 3:12
Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?
(Kis 3:11-26)

SOMBONG!

“Wuihhh hebat ni tangan” kira2 itulah ucapan yang pernah saya kemuka kan; pada saat awal-awal memulai pelayanan mendoakan. (dan ketika mengucapkan kalimat tersebut saat bersamaan mata saya memperhatikan tangan saya😖😰). Bagaimana tidak? Setiap yang saya doakan, umat akan mengalami sukacita dengan menangis atau rebah di dalam kuasa Roh Kudus. Saya sangat berbeda dengan rasul Petrus di dalam ayat diatas, Petrus malah bingung kok orang-orang banyak terkagum-kagun pada nya – ini adalah bentuk kerendahan hati tingkat tinggi! Jadi apa yang saya lakukan adalah kebodohan yang paling rendah karena menganggap itu semua hebat nya saya! Super tolol saya waktu itu!

“Saya pensil kecil di tangan Allah yang sedang menulis, yang mengirimkan surat cinta kepada dunia.” Tentu anda dan saya pernah mendengar atau membaca quotes ini dong dan tahu siapa yg menyampaikan? Ya betul Santa Teresa dari Calcutta. Banyak hamba Tuhan jatuh karena berpikir; bahwa karena kekudusan nya, karena kehebatan nya, orang lain mengalami kesembuhan atau mukjizat terjadi. Mereka lupa bahwa semua Karunia Karisma Roh Kudus (silahkan lihat 9 Karunia tersebut di 1 Kor 12 dan 14) adalah TITIPAN dan ANUGERAH ALLAH. Dan semua itu diberikanNya untuk kepentingan jemaatNya, namun disalahgunakan untuk kepentingan pribadi misalnya untuk menumpuk uang atau ketenaran! Tidak heran banyak hamba Tuhan berubah dan memilih mengikuti mammon mereka yaitu si iblis ketenaran dan materialisme😰.

KEMULIAAN HANYA MILIK ALLAH

Halaman 110; kembali ke sharing awal diatas; setelah kejadian tersebut Tuhan mengajar saya luar biasa. Saya sempat jadi sombong dan berpikir, wah Tuhan sudah pakai saya! Kesempatan berikutnya, sebelum saya diminta untuk bantu mendoakan; saya sudah lari duluan ke depan😫 (dan di benak saya sudah berpikir “ha ha pasti banyak yang akan rebah dan nangis” 😱). Tahu apa yang terjadi? Saya tidak merasa dipakai Tuhan! Tidak ada satupun yang saya doakan mengalami rebah di dalam Roh Kudus bahkan tidak ada yang mengalami sukacita. Saya malu dan berpikir “ah Tuhan tidak mau pakai saya lagi.” Benarkah demikian? Jangan PERNAH MENCURI KEMULIAAN ALLAH. Anda dan saya hanya ALATNYA, bagaikan pensil kecil uraiannya Santa Teresa diatas. Jika anda dan saya di pakaiNya untuk menyampaikan Kasih Nya kepada umatNya melalui kesembuhan saat kita mendoakan, puji Tuhan! Jika anda dan saya di pakai untuk mempertobatkan orang lain; atau saat membagikan renungan banyak di puji orang atau misalnya menerima karunia discernment saat mendoakan orang lain, puji Tuhan! Kembalikan semua itu kepadaNya! Jangan SOMBONG!

Anda dan saya hanya bisa mengambil bagian sebagai pendoa. Sebagai pendoa yang bertanggung jawab di dalam setiap pelayanan agar kemurahan Tuhan bekerja bagi mereka yang kita doakan. dibutuhkan kekudusan dan pengenalan akan pribadi Yesus secara sempurna. Latihlah tubuh, jiwa dan roh kita agar anda dan saya menjadi pendoa ulung, menjadi saksiNya dan pelayanNya! Sehingga tergenapilah ucapan Yesus di dalam Injil hari ini yang mengatakan “Kamu adalah saksi dari semuanya ini” . Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: