TUHAN SUMBER KEKUATAN DAN PENGHIBURAN

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-201 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Mat 11:28

 

Setiap orang pasti pernah mengalami “letih lesu dan berbeban berat”, atau bahasa Inggrisnya “stress!” Saat menghadapi sesuatu yang diluar rencana/target, kita dilanda stress.

Rasanya kita tak akan kekurangan contoh nyata. Di sekeliling, kita bisa temui teman yang mungkin stress karena tak kunjung dapat pekerjaan, namun ada juga yang jadi stress karena pekerjaannya menumpuk. Ada lagi yang pusing karena masih menjomblo, namun ada yang menyesal karena menikah dengan pacarnya.

Pengalaman pribadi saya sendiri, dulu saya sempat merasa bingung karena belum dianugerahi anak (walaupun telah sekian lama menikah). Namun setelah memiliki anak, ternyata ada banyak tantangan lain. Sehingga seringkali apabila saya terlalu tenggelam dalam kesibukan, jiwa dan raga terasa menjadi letih dan lesu, terbeban berat dan akhirnya lupa untuk senantiasa bersyukur.

Injil hari ini mengajak kita untuk melihat sisi lain dari tekanan atau beban-berat yang kita alami. Tuhan Yesus mengajak kita untuk menyadari, saat berbeban beratpun, Tuhan tak pernah meninggalkan kita. Kapanpun kita dapat datang kepadaNya, dan Ia pasti akan siap sedia menyambut kita.

Selain itu, sebagai orang Katolik kita percaya, ada makna dibalik setiap penderitaan. Tuhan Yesus telah terlebih dahulu menderita, namun oleh karena penderitaan yang Ia alami, seluruh umat manusia dibebaskan. Karena itu, apabila kita menerima suatu penderitaan dengan lapang dada, dan mempersembahkannya kepada Tuhan Yesus. Maka akan ada anugerah penebusan dan pembebasan bagi dirinya atau orang lain (redemptive suffering)

Saat membaca refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-201 ini, masalah kita mungkin belum selesai. Kita masih berbeban berat, dan belum punya solusi. Tapi apapun permasalahannya, Tuhan kita tetap sama. Lets offer it up. Ambil tindakan yang positif, dan yang penting adalah memiliki hati yang gembira adalah obat. Kalau kita patah semangat hancurlah kita (Ams 17:22).

Ingatlah, Tuhanlah sumber kekuatan dan penghiburan kita.

%d bloggers like this: