Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-52 dari 365 halaman tahun 2019.

 

“Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:” (Kejadian 9:12)

 

Belum lama kami merayakan ulang tahun pernikahan. Kami mengingat kembali hari pernikahan di Gereja, dimana ada pengucapan janji nikah, pemakaian cincin dan diakhiri tanda tangan akte nikah. Ada banyak tanda dan pernyataan dalam sakramen pernikahan dimana kami saling menyatakan janji untuk saling mengasihi dan saling setia satu sama lain.

Ada banyak situasi lain dalam hidup dimana kita mengadakan perjanjian dengan orang lain. Misalnya saat kita bekerja di suatu perusahaan, ada janji antara karyawan dan pemilik dimana karyawan berjanji taat melakukan tugas yang diberikan dan si pemilik mengganti usaha kita dengan gaji. Sebagai tanda persetujuan kita menandatangani kontrak kerja.

Mengapa tanda itu penting dalam suatu perjanjian? Manusia tidak selalu jujur dan baik, ada banyak situasi dimana perjanjian bisa diputuskan sepihak. Kita juga tentu tidak selalu mudah percaya terhadap orang lain, sering kita butuh bukti kalau perjanjian itu terjadi dan akan ditepati. Bukti ini bisa mengingatkan semua pihak akan perjanjian dan memberi kita ketenangan hati.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-50 ini mau mengingatkan kita tentang perjanjian Allah dengan manusia. Perjanjian baru ditandai Tuhan dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai bukti kasihNya kepada kita, sekali untuk selama-lamanya. Tentunya perjanjian ini bukanlah hanya sepihak. Manusia juga hendaknya menunjukkan tanda kasihnya kepada Tuhan. Bagaimanakah anda menunjukkan kasih anda kepada Allah hari ini?

%d bloggers like this: