Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-53 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. (1 Petrus 5:3).

 

Hari ini gereja merayakan Pesta Santo Petrus, Rasul. Yesus yang memberi nama Petrus kepada Simon bin Yunus, dan mempercayakan dirinya untuk mengembalakan domba-domba-Nya.

Dalam bacaan Injil, Petrus dipuji Yesus karena mengenal siapakah Yesus sebenarnya.

Dalam bacaan pertama Petrus mengatakan baik bagi dirinya maupun para pemimpin umat komunitas kristiani untuk menjadi teladan bagi orang yang dipercayakan kepadanya.
Peringatan ini juga berlaku dalam keluarga, sebagai orang tua haruslah menjaga segala tindakan, menjaga segala ucapan agar menjadi teladan yang akan diikuti oleh anak-anaknya.

Di sebuah kota di Jawa Tengah, Indonesia, ada sebuah keluarga dengan 4 anak. Pada suatu waktu sang istri mengalami stroke berat sehingga tubuhnya lumpuh dan dia tidak bisa berbicara. Sang suami yang mempunyai usaha kecil dengan setia merawat, menyuapi istrinya yang tak berdaya dengan kasih yang besar.

Keempat anaknya yang sudah dewasa dan berkeluarga sudah seringkali menyarankan agar dipanggilkan perawat untuk merawat ibu mereka. Sang suami menolak dengan halus dan mengatakan bahwa itu menjadi tugasnya dan mengingatkan bahwa sang istri juga sudah merawat dirinya dan anak-anaknya dengan kasih yang besar, kini giliran dirinya yang merawat sang istri.

Kesetiaan dan kasih yang besar ini menjadi inspirasi kepada keluarga anak-anaknya, bahkan orang-orang disekitarnya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-53 ini mengajak kita, anda dan saya untuk ikut mengembalakan domba yang Tuhan percayakan kepada kita, baik dalam komunitas maupun anggota keluarga, dengan kasih yang besar, sukarela, jangan dengan terpaksa atau mencari keuntungan melainkan dengan pengabdian diri.

Berlakulah tegas akan prinsip kebenaran dan melayanilah dengan lembut. Semoga Tuhan memberkati pelayanan kita, sampai Gembala Agung datang dan kita menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Amin. Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: