Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-24 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah oleh-Nya. (Markus 3:10)

 

Bacaan pertama hari ini menjelaskan siapa Yesus dan apa yang telah Dia perbuat bagi kita sedangkan bacaan kedua menceritakan tentang banyak orang berdesakan ingin mendapat kesembuhan dari Yesus.

Yesus adalah Imam Agung yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang telah dipisahkan dari orang-orang berdosa, dan ditinggikan mengatasi segala langit. Tidak seperti imam-imam besar lainnya yang setiap hari mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri, lalu dosa umatnya. Yesus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban sekali untuk selama-lamanya.

Dapat dibayangkan kalau kita hidup pada jaman Yesus, mungkin kita akan ikut berdesak-desakan berusaha menjamah jubah Yesus mencari mujizat kesembuhan dari pada-Nya.

Seorang ibu sebut saja ibu Carla dari keluarga berkecukupan kalau boleh dikatakan berlimpah. Tiap tahun pasti dia pergi ziarah kalau tidak ke Lourdes maka dia pergi ke tanah suci Yerusalem. Ibu Carla juga beberapa kali membuat group ziarah ke tempat-tempat ziarah termasuk tempat penampakan yang jarang dikunjungi. Apa yang membuat dia bahagia adalah melihat para peserta dan teman-temannya bertambah imannya karena mengikuti perjalanan itu, apalagi kalau ada yang bersaksi mengalami kesembuhan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-24 ini mengajak kita untuk “ikut berdesak-desakan” mengalami jamahan kasih Yesus yang menyembuhkan dan menyempurnakan kehidupan rohani kita. Kesembuhan ini kita dapat melalui relasi kita yang semakin dekat dengan Yesus Tuhan kita. Dengan relasi yang semakin mesra akan membuat kita peka, mengerti apa yang Tuhan kehendaki dari kita. Dengan semakin dalam relasi dengan Tuhan mengubah tingkah laku kita menjadi seperti Dia yang penuh kasih. Hal ini yang memungkinkan kita menjadi saluran Kasih-Nya.

%d bloggers like this: