Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-144 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah” (Markus 9:43)

 

Bacaan Injil hari ini bukan meminta kita harus benar-benar memenggal tangan, kaki atau benar-benar mencungkil mata. Lah kalau masing-masing berbuat begitu, bisa-bisa nanti Gereja penuh dengan orang-orang timpang.

Yang ingin Tuhan Yesus katakan adalah kesungguhan dan totalitas hati kita untuk ikut Dia. Jangan suam-suam kuku, jangan setengah-setengah. Jangan sampai ada seseorang, atau sesuatu yang menghalangi anda dan saya untuk mengikuti Dia.

Sebuah kisah nyata teman saya, sebut saja namanya Xavier. Xavier kecanduan nonton bokep. Xavier suka mengunci diri dikamar tidurnya, nonton di laptop, lalu masturbasi. Setelah ia mengikuti persekutuan doa, dan ingin memperbaiki kebiasaannya, yang pasti Xavier tak memenggal tangannya, atau mencungkil matanya. Itu horror! Bisa-bisa team persekutan yang bersangkutan dituntut ke pengadilan.

Sekarang Xavier tidak lagi main laptop sendirian di kamar tidur, tapi laptopnya ia taruh di kamar tamu yang selalu ramai dengan teman, keluarga dan orang-orang lain. Di samping berdoa minta kekuatan dari Roh Kudus, Xavier juga berusaha untuk tidak sendirian di rumah, supaya tidak tergoda, katanya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-144 ini mengajak kita, kalau ada sesuatu yang menghalangi anda dan saya untuk mengikuti Tuhan Yesus, mari seperti Xavier kita bawa diri kita kepada terang Nya. Dengan demikian perubahan-perubahan kecil yang kita lakukan bisa membuat kita terhindar dari godaan-godaan si iblis.

%d bloggers like this: