Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-298 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataKu kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. (Lukas 12:51)

 

Apa yang Yesus maksud melalui perkataanNya itu? Bukannya Dia sendirilah penggenapan nubuat nabi Yesaya tentang kedatangan Raja Damai? Ataukah kita salah baca atau Lukas yang salah tulis? ?
Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus mengatakan bahwa Allah Bapa adalah pokok segala keturunan di surga dan di bumi. Tentunya Ia ingin semua ciptaanNya bersatu dan rukun.

Pertentangan yang dimaksud adalah bahwa pemisahan antara mereka yang dengan sungguh hati mengikuti Dia, dengan yang setengah-setengah. Sebelum serius mengikuti Yesus, kita bisa kompromi dengan dosa, tapi sekarang tidak lagi. Dulu bohong2, curi2, bercanda yang menjurus porno, karena memang demikianlah yang dipandang normal oleh dunia. Sekarang Roh Kudus mengingatkan dan menuntut kita berlaku mengikuti teladan Yesus. Dengan memanggul salib mengikuti Yesus, kita akan dianggap beda, aneh, dan akan mulai dijauhi karena tidak fun, tidak seru lagi, padahal sesungguhnya seru dan bikin hidup lebih hidup! Akan terlihat perbedaan antara yang serius dan yang belum serius mengikuti Yesus. Kalau kita serius ikut Yesus, kita akan diajakNya ke tempat yang dalam dan menjadi penjala manusia.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-298 ini mengajak kita merefleksikan hidup mengikuti Yesus. Apakah kita berada bersamaNya dan menikmati damai yang Ia tawarkan, ataukah kita akan berada bersama dunia yang menuju kehancurannya? Tuhan memberikan pilihan itu kepada anda dan saya, hendaknya kita bijak dalam menentukan pilihan.

%d bloggers like this: