PERCAYA + SETIA = HIDUP KEKAL

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-117 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Yoh 3:36a Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal. (Silahkan baca selengkapnya Yoh 3:31-36)

 

Baru saja kita menyelesaikan pekan suci Paskah, dimana Allah Bapa mengutus Putra Tunggal-Nya berinkarnasi menjadi manusia , menyampaikan firman Allah melalui pengajaran-Nya dan mengalami sengsara, wafat dan bangkit, menang atas maut, menunjukkan kemuliaan-Nya, dan menebus kita dari dosa kita.

Dalam masa perjanjian lama setiap nabi yang diutus Allah berusaha menjelaskan kehendak Allah bagi bangsa Israel, tetapi bangsa Israel menerima para nabi tidak dengan sepenuh hati, kadang mereka patuh tapi dikesempatan lain mereka membandel.

Allah akhirnya mengutus Putra-Nya sendiri, dengan menjadi manusia, Allah Putra menyampaikan firman Tuhan dalam bahasa manusia, bergaul akrab dg anak2Nya.

Suatu ketika saya ikut sebuah rekoleksi, setelah sebuah pengajaran kami peserta diberi waktu sekitar 15 menit untuk merenungkan siapakah Yesus buat kami masing-masing. Setelah berpikir dan merenung, buat saya pribadi Yesus adalah Tuhan yg mau menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan menderita dan wafat di salib , dan sekaligus Dia adalah maha guru yang mengajarkan manusia untuk hidup baik dan benar supaya mendapatkan keselamatan di kehidupan kekal. Saya coba membayangkan seandainya semua manusia ikut ajarannya tentang saling mengasihi, maka kita akan menikmati keadaan yang benar-benar damai di bumi.

Kembali ke bangsa Israel saat itu, sangat di sayangkan mereka sulit menerima hal tersebut karena Jesus hanya berasal dari keluarga bawah – tukang kayu; bukan dari golongan top seperti para ahli Taurat saat itu.

Jadi walaupun mereka mengakui kehebatan kuasa mujizat yang dibuat Yesus, tapi mereka kecewa karena yang diajarkan Yesus adalah kasih.
Saat ini setelah 2000 tahun berjalan, ajaran kasih dan janji keselamatan Allah menjadi begitu berkembang keseluruh dunia berkat kuasa Roh , Roh penolong, Roh Kudus yang bekerja secara luar biasa.

Halaman 117, lihat kutipan ayat terakhir dari Injil pada hari ini. Maukah anda dan saya menerima hidup yg kekal? Marilah kita selalu setia pada Yesus, sang firman Allah yang hidup, dan ajaran-Nya, mau menyerahkan diri agar hidup kita senantiasa dibimbing oleh Roh Kudus.

%d bloggers like this: