Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-361 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (1 Yohanes 1:1)

 

Pernahkah anda berhadapan dengan satu situasi dimana ada orang menceritakan suatu peristiwa, namun berbeda dengan kenyataannya. Ini hanya mungkin karena anda tahu persis kejadian yang sebenarnya, anda adalah salah satu saksi dari peristiwa tersebut. Bukankah anda akan terpanggil untuk mengklarifikasi kebenarannya?

Demikianlah kira-kira yang dialami Rasul Yohanes. Ia bersama dengan Rasul Petrus adalah saksi nyata awal kebangkitan Yesus. Ia juga merupakan salah satu dari 3 murid Yesus yang diijinkan melihat Yesus bertransfigurasi bersama Nabi Elia dan Nabi Musa.

Itlah sebabnya di awal suratnya, ia menegaskan kembali betapa penting keabsahan apa yang ia tulis dan pentingnya bersekutu dengan Bapa dan AnakNya yang tunggal, Tuhan kita Yesus Kristus.

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-361, ”Firman hidup” seperti yang diucapkan Yohanes dalam kutipan ayat di atas adalah kesaksian Rasul Yohanes akan Yesus sendiri. Manusia lebih mudah merasakan kehadiran Allah dalam kesehariannya hanya dengan memandang dan mengikuti Yesus. Arti lain, disebut Firman yang hidup karena maut dan kematian dikalahkan oleh Yesus dengan kebangkitanNya (lihat kutipan Injil hari ini).

Maukah anda dan saya percaya dan mengimani bahwa Yesus adalah Allah yang layak kita sembah, dan selalu berusaha bersekutu denganNya agar anda dan saya mengalami keselamatan? Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: