Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-179 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu.” (Matius 7:24)

 

Perikop ini diambil dari kotbah Yesus di bukit dimana Yesus memperingatkan dengan keras bahwa Dia tidak pernah akan mengenal orang yang hanya berseru “Tuhan, Tuhan!”, yang bernubuat demi nama-Nya, mengusir setan demi nama-Nya bahkan mengadakan mujizat atas nama Yesus.

Bukankah mereka melakukan demi nama Yesus, tetapi Yesus mengatakan tidak pernah mengenal mereka, lalu dimana kesalahannya?

Di satu pihak, Yesus pernah memuji Yohanes pembaptis dengan mengatakan tidak pernah ada yang tampil lebih besar daripada Yohanes pembaptis.

Yohanes pembaptis adalah sosok pewarta yang mengajak untuk pertobatan menyongsong kedatangan mesias. Ia seorang yang rendah hati, jujur, berani dan yang terpenting ia menjalankan kehendak Tuhan yaitu mempersiapkan jalan bagi Mesias.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-179 ini mengingatkan kita, anda dan saya untuk berbuat seperti apa yang Tuhan mau kita perbuat. Pertumbuhan rohani membuat kita tahu dan mengerti akan firman-firman Allah, tetapi sudahkah kita menjadi pelaku firman? Apakah firman-firman itu hanya menjadi pengetahuan saja atau bahkan sering kita gunakan untuk menyombongkan diri karena merasa lebih kudus dari orang lain.

Marilah saudara sekalian kita melakukan kehendak Allah, berbuat seperti apa yang diperintahkan Allah, sehingga kita mempunyai harapan bahwa pada saatnya nanti Allah mengenal kita sebagai pribadi bijaksana dan pelaku kehendak Allah. Amin.

%d bloggers like this: