Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-87 dari 365 halaman tahun 2019.

 

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai beraikan.” (Lukas 11:23)

 

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering mendengar & melihat hal-hal/nilai-nilai moral yang diabaikan & diwajarkan, hanya karena itu sering dilakukan dan menjadi hal yang biasa/normal.

“Bandel sedikit wajar lah, namanya juga anak muda. Kalau tidak sampai punya anak, selingkuh/genit sedikit mah wajar.. tutup mata aja, namanya juga laki-laki. Gosip dikit-dikit ga papa lah biar seru, namanya juga ibu-ibu ngumpul” Prinsip & mentalitas seperti inipun dapat merembet ke dunia rohani juga.

Namun Yesus menegaskan pada bacaan injil hari ini, mereka yang tidak mendengarkan atau mengabaikan perintah/hukum Allah adalah bukan di pihakNya.

Kita tidak bisa berkompromi pada ketidakbenaran, bersikap setengah-setengah atau netral dalam konflik rohani antara kerajaan Kristus dan kerajaan setan. Setiap orang dalam pertarungan rohaninya akan memilih, untuk memihak atau mengandalkan kuasa apa agar mereka menang. Kuasa kebenaran atau kuasa kegelapan yang kita pegang akan tercermin dalam keputusan-keputusan dan perilaku kita tentunya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-87 ini agar tidak mudah dikecohkan oleh iblis & tipu muslihatnya, marilah kita terus melatih kepekaan & selalu merefleksikan diri, “Dengan kuasa apa aku berjalan & Roh apa yang menyertai perkataan, perbuatan dan keputusan hidupku? Apakah kehadiranku menceritakan kebesaranNya & kemuliaanNya?”

%d bloggers like this: