Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-88 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1 Korintus 11:24)

 

Tri hari suci dimulai pada hari Kamis Putih ini. Pada hari ini khususnya kita menerima Ekaristi sebagai warisan dari Yesus sendiri melalui perjamuan terakhir. Ia bukan meminta, tetapi menyuruh kita melakukannya sebagai kenangan akan Dia. Oleh sebab itu Ekaristi menjadi kewajiban / keharusan bagi kita, bukannya sesuatu yang kita lakukan kalau sedang sempat saja.

Di Australia banyak orang yang menggunakan long weekend ini untuk bepergian. Janganlah kita lupa untuk mengenangkan kasih dan pengorbanan Kristus bagi kita melalui misa & ibadat. Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik dapat ditemui di mana-mana, memudahkan kita untuk tetap merayakan tri hari suci di mana pun kita berada.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-88 ini, mari kita berkumpul dan bersatu di dalam Ekaristi yang Yesus sendiri wariskan bagi kita. Mari kita sambut Yesus yang sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur melalui konsekrasi untuk memberikan diriNya sebagai makanan dan minuman bagi kita.

Kita juga dapat lebih memahami perayaan tri hari suci melalui artikel yang ditulis oleh Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia ini.

%d bloggers like this: