KEHIDUPAN DI DALAM ‘JALA’ TUHAN

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-215 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. (Mat 13:47. Baca lengkap Mat 13:47-53)

 

Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa Tuhan mengizinkan orang-orang “negatif” (menurut kita) ada di hidup kita dan di dunia ini? Dari yang menyebalkan, bikin sakit hati, tidak tahu diri, dodol, dst. Ketika kita baca bacaan Injil hari ini, kita akan mengerti bahwa semua itu adalah bagian dari rencanaNya.

Lagi-lagi Tuhan Yesus menggambarkannya melalui perumpamaan, yaitu bahwa Kerajaan Surga bagaikan pukat yang dilabuhkan di laut dan mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, mereka mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Laut di perumpamaan tadi adalah dunia ini yang memiliki berbagai jenis orang. Tuhan kumpulkan semua menjadi satu dalam pukat, sehingga mereka akan saling mengasah. Yang rendah hati mau diasah akan menjadi lebih baik. Yang keras dan bebal akan semakin buruk. Tuhan kita adalah adil sehingga nanti pada saat akhir zaman orang-orang ini baru dipisahkan, yang baik akan mengikuti Dia dan yang buruk akan dibuang!

Memang tidak enak dan tidak mudah saat kita diasah oleh orang-orang yang merugikan kita. Contohnya saja seorang gadis muda yang ayahnya meninggal ketika ia kecil, sehingga ia bersama ibu dan saudara-saudaranya hidup miskin. Walaupun begitu mereka tetap mencintai Tuhan. Hingga suatu hari seorang pemuda tetangganya datang mau memperkosa gadis ini. Gadis ini menolak karena ia tahu itu adalah dosa. Si pemuda marah dan menikam gadis ini dengan pisau 11x. Saat ia mau mencoba lari ke pintu ia ditikam 3x lagi. Keluarganya yang menemukannya langsung membawa ke rumah sakit, dan sebelum meningggal ia berkata bahwa ia mengampuni pemuda tadi dan berharap supaya ia bisa menemuinya di surga! Gadis kecil ini bernama St Maria Goreti. Seorang gadis kecil yang berhati tulus yang hidup di tengah-tengah kebejatan dunia. Tetapi ia tetap bersinar dengan semangat pengampunannya. Berkat sikap pengampunannya ini si pemuda bertobat dan menjadi seorang biarawan yg mencintai Yesus, dan keteladannya membawa berkat buat kita semua.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-215, lihatlah sekeliling Anda. Jangan heran bila banyak orang yang mengasah Anda, karena disitulah kita bisa terus bertumbuh mempraktekan kasih Kristus, sampai pada akhirnya semua dipisahkan dan Tuhan boleh pilih Anda dan saya untuk tinggal bersama denganNya di Surga.

Ya Tuhan mampukanlah kami utk tetap setia di tengah tantangan2 hidup yg kami alami. Amin 🙏🏼

%d bloggers like this: