Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-123 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. (Yohanes 14: 12-13)

 

Ada seorang panglima perang suatu kerajaan yang menerima tamu pejabat utusan dari kerajaan sebelah. Pejabat tersebut membawa surat untuk raja. Saat disambut sang panglima, pejabat tersebut dengan sombongnya merendahkan ‘host’ dan menuntut kalau dia bertemu langsung dengan sang raja. Sang panglima memperkenalkan dirinya sebagai ‘tangan kanan’ sang raja yang diberi kuasa untuk mengambil keputusan, dengan tenang ia mengusulkan pejabat itu pulang saja karena dengan menolak utusan raja artinya ia menolak sang raja sendiri. Dengan malu si pejabat meminta maaf dan memberikan surat kepada sang panglima.

Adegan film diatas mengingatkan saya akan pernyataan Yesus di bacaan Injil hari ini. Ia bukan hanya utusan, orang kepercayaan Allah, tapi adalah Putera dan Allah sendiri. Pernyataan ini sungguhlah penting bagi kita umat Kristiani dan sungguh kita imani dalam hidup sebagai orang Katolik.

Yesus sudah bangkit dan tidak hadir secara fisik lagi di dunia, tapi Ia lalu menyatakan bahwa semua orang yang percaya kepada-Nya juga diutus oleh Bapa untuk melakukan pelayanan seperti Yesus. Kita menjadi utusan Allah di dunia untuk melakukan pekerjaan-Nya. Bahkan Yesus berjanji kalau kita berdoa meminta sesuatu kepadaNya, dalam nama-Nya, Ia akan melakukannya demi kemuliaan Tuhan.

Refleksi harian Katolik halaman ke-123 ini mengajak kita untuk merenungkan ‘status’ kita sebagai utusan Tuhan. Sudahkah kita mewakili Kerajaan Allah dengan benar? Kita harus ingat kalau kita membawa nama baik Allah di dalam dunia. Sudahkan kita melakukan pekerjaan yang Ia ingin kita lakukan? Misalnya amal sedekah, kasih terhadap orang lain, pengampunan, berdoa bagi orang lain.

 

%d bloggers like this: